oleh

PDIP Diprediksi Tak Lagi Mau Pasang Badan untuk Jokowi

JAKARTA – Kebijakan yang kerap dilakukan Presiden Jokowi akhir-akhir ini, ternyata juga memantik reaksi dari partai pengusungnya, PDI Perjuangan (PDIP). Buktinya, beberapa waktu terakhir ini kader dan politisi Partai Moncong Putih itu malah kerap mengkritisi kebijakan-kebijakan Pemerintahan Jokowi.

Terbaru tentunya kebijakan terkait kenaikkan iuran BPJS Kesehatan, untuk kali kedua di tahun 2020 ini. Kebijakan yang langsung menyulut prokontra di masyarakat ini, membuat sebagian warga tak lagi merespons poasitif tindakan-tindakan pemerintah.

Hal serupa juga tampak saat pemerintah enggan menurunkan harga BBM ketika harga minyak dunia mengalami penurunan harga. Hal ini dipicu lantaran kebijakan Presiden Jokowi bertolak belakang dengan stammpel PDIP selama ini yang memihak kepada wong cilik.

Demikian analisa Direktur Eksekutif Voxpol Centre Pangi Syarwi Chaniago kepada RMOL, Kamis (21/5). “Sehingga ketika kenaikan BPJS itu adalah sesuatu yang tidak populer dan bersentimen negatif, tentu mereka tidak mau bunuh diri dan blunder untuk mendukung atau pasang badan untuk program pemerintah,” ulas Pangi.

Kondisi ini juga berlaku saat kebijakan kenaikan taris listrik dan harga BBM. Terlebih kebijakan itu dilakukan di tengah wabah virus corona atau Covid-19 yang membawa dampak ekonomi yang cukup masif.

Sehingga, jika kader PDIP terlihat mendukung kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan tersebut, maka secara tidak langsung konstituen partai akan kocar-kacir.

“Kalau itu kemudian kader PDIP all out, habis pasang badan, ya mereka sama saja bunuh diri untuk itu,” sambungnya.

Menurutnya, keputusan Jokowi itu juga tak sejalan dengan konstituen PDIP. “Pendukung di bawah yang hari ini sedang kesulitan ekonomi, sedang menghadapai masa-masa sulit di tengah pandemik corona ini,” pungkasnya. (rmol/pojoksatu/zul)

Komentar

Berita Terbaru