oleh

Politisi PDIP: #IndonesiaTerserah Respon Publik terhadap Kebijakan Presiden Jokowi

JAKARTA – Anggapan publik bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) emoh pasang badan dengan kebijakan-kebijakan Pemerintahan Jokowi saat ini ada benarnya. Paling anyar ditunjukan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Nabiel Haroen atau yang sering disapa Gus nabiel.

Politisi muda PDIP itu menilai kemunculan tagar #IndonesiaTerserah adalah respon publik atas kebijakan Presiden Jokowi. Ini tak lain banyak dipengaruhi kebijakan pemerintah membuka yang kembali membuka moda transportasi di tengah pendemi virus corona (covid-19).

Juga menyiratkan menyiratkan keputusasaan masyarakat dan juga tenaga medis dalam upaya percepatan penanganan pandemik Covid-19. Tagar itu sendiri sempat disuarakan publik melalui sejumlah platform media sosial sejak beberapa hari terakhir.

Keputusasaan itu, kata Nabil Haroen, muncul lantaran pemerintah membuat sejumlah kebijakan atau pengumuman yang membingungkan rakyat.

Semestinya, kemunculan tagar itu menjadi bahan introspeksi. Baik pemerintah maupun masyarakat di tengah ancaman meluasnya penyebaran wabah virus mematikan asal Wuhan, China tersebut.

“Munculnya tagar #IndonesiaTerserah merupakan suara publik yang harus didengarkan pemerintah,” ujarnya kepada RMOL, Kamis (21/5).

Menurutnya, tagar ini muncul setelah publik dikejutkan dengan kerumunan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar daerah di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.

Ia menekankan, bahwa fakta ini harus diikuti dengan investigasi yang komprehensif. Apakah merupakan kelalaian dari pihak regulator bandara, maskapai penerbangan, atau justru dari kebijakan pemerintah.

“Jadi, harus diletakkan pada konteks yang tepat,” kata anggota Komisi IX DPR RI itu.

Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini mengaku kurang sepakat dengan adanya kebijakan membuka seluruh transportasi publik.

Pasalnya, hal itu menjadi magnet bagi masyarakat yang jengah saat melakukan PSBB selama kurang lebih dua bulan. “Saya sendiri melihat memang ada yang keliru dan harus segera dibenahi dalam konteks itu,” tutup anak buah Megawati Soekarnoputri ini. (rmol/pojoksatu/zul)

Komentar

Berita Terbaru