oleh

Seorang Sembuh, Pasien Covid-19 yang Dirawat Hanya Tinggal Dua Orang

SLAWI – Seorang pasien positif covid-19 asal Desa Karanganyar Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal sembuh. Pasien berusia 73 tahun itu dinyatakan sembuh, setelah dirawat selama satu setengah bulan di RSUD Kardinah Kota Tegal.

Pemeriksaan swab yang keempat dan kelima pasien berinisial R (73) itu, menunjukkan hasil negatif. Sehingga oleh pihak rumah sakit, R sudah dibolehkan pulang.

Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan kesembuhan pasien ini menjadikan kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Tegal yang sembuh bertambah menjadi 11 orang. Sedangkan dua pasien covid-19 yang tersisa masih menjalani perawatan, dan tiga orang meninggal dunia.

“Kesembuhan ini adalah harapan baru di tengah pandemi covid-19, di mana beliau sebagai pasien lanjut usia mampu melawan sakitnya ini. Saya berharap dua orang pasien positif corona yang sedang dirawat segera menyusul sembuh,” katanya.

Sementara itu, beber Umi, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada sembilan orang. Rinciannya tujuh orang yang dirawat berasal dari Kabupaten Tegal, sedangkan dua orang lainnya dari luar wilayah.

Menurut Umi, kesembuhan pasien tersebut, sangat membuatnya senang, karena pasien lanjut usia itu merupakan kelompok rentan. Tak lupa, tambah Umi, dia mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis RSUD Kardinah Kota Tegal.

Meski trennya membaik, Umi meminta, masyarakat tidak boleh lengah pada ancaman covid-19. Ditambahkan Umi, apa yang sudah diraih sampai dengan hari ini, harus dijaga sampai Kabupaten Tegal terbebas dari kasus covid-19.

“Kita hargai kerja para dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang sudah berjuang melayani masyarakat, menyembuhkan pasien, termasuk saudara-saudara kita yang tidak mudik yang rela tidak pulang kampung demi keselamatan kita bersama,” tambahnya.

Cara mendukung mereka yang bekerja di garda terdepan melawan covid-19 ini, lanjut Umi, adalah dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin sebagai gaya hidup baru di masa pandemi. Termasuk beribadah di rumah sebagai keputusan yang tepat untuk menyelamatkan bangsa ini.

“Kita harus bangkit bersama, menjadi bagian warga negara yang memiliki tanggungjawab sama untuk memutus rantai penularannya. Diawali dari diri sendiri dan lingkungan keluarga, karena Indonesia jangan terserah dan jangan pernah menyerah,” pungkas Umi. (guh/zul)

Komentar

Berita Terbaru