by

Tersangka Korupsi Bakamla, Dirut CMIT Ditahan KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Direktur Utama PT CMI Teknologi (CMIT) Rahardjo Pratjihno. Rahardjo merupakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek Backbone Coastal Surveillance System (BCSS) di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, Rahardjo bakal mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK Kavling 4. Rahardjo ditahan untuk 20 hari pertama.

“Hari ini KPK melakukan penahanan terhadap tersangka atas nama RJP (Rahardjo Pratjihno), Direktur Utama PT CMIT untuk 20 hari ke depan,” kata Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/1).

Tak hanya Rahardjo, dalam kasus ini, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Yakni Direktur Data Informasi Bakamla yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bambang Udoyo; Leni Marlena selaku ketua Unit Layanan Pengadaan; dan Juli Amar Ma’ruf selaku anggota Unit Layanan Pengadaan.

Kasus ini merupakan pengembangan kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Bakamla tahun 2016. Sebelumnya, dalam kasus tersebut, Bambang Udoyo telah divonis hukuman penjara empat tahun enam bulan oleh Pengadilan Tinggi Militer Jakarta.

Diketahui, Rahardjo ditahan usai menjalani pemeriksaan dalam kapasitas sebagai tersangka oleh penyidik. Ia keluar dari ruang pemeriksaan mengenakan rompi oranye sekitar pukul 19.41 WIB.

Rahardjo mengaku tak mengerti atas perkara yang menjeratnya. Namun, ia tak menjelaskan lebih detail mengenai pernyataannya tersebut. “Saya nggak ngerti,” kata Rahardjo saat ditemui usai pemeriksaan.

Kasus ini bermula pada 2016. Saat itu terdapat usulan anggaran untuk pengadaan Backbone Coastal Surveillance System (BCSS) yang terintegrasi dengan Bakamla Integrated Information System (BIIS) sebesar Rp400miliar yang bersumber pada APBN-P 2016 di Bakamla.

Para tersangka diduga menggelembungkan harga yang menyebabkannya kerugian keuangan negara sekitar Rp54 miliar. (riz/gw/zul/fin)

Comment

Berita Terbaru