by

Warga Tionghoa di Tegal Mulai Gelar Sejumlah Ritual

TEGAL – Tahun Baru Imlek, akan berlangsung pada 25 Januari 2020. Dalam menyambut perayaan itu, sejumlah warga Tionghoa di Kota Tegal banyak melakukan ritual dan kegiatan keagamaan.

“Ya banyak kegiatan yang harus dipersiapkan jelang perayaan imlek nanti,” terang warga Tionghoa, Ciptadi Listiyono warga Jalan Kapten Ismail Tegal Barat, Selasa (14/1).

Pria yang dikenal dengan Pak Beng ini menambahkan bahwa tradisi yang dilakukan selama Imlek diantaranya seperti bersih-bersih rumah.

“Bagi orang Tionghoa, tradisi membersihkan rumah adakah hal yang penting. Sebelum menyambut tamu, saudara, tetangga yang datang berkunjung, pemilik rumah mengupayakan tradisi bersih-bersih terlebih dahulu,” akunya.

Kemudian ritual selanjutnya yakni sembahyang kepada leluhur. Dalam sembahyangan juga memberikan persembahan makanan terdiri dari buah, kue, daging, minuman teh hingga minuman lainnya.

“Setelah itu baru menggelar Sembahyang ke kelenteng yang biasanya dilakukan malam hari sebelum Imlek atau pagi hari saat Imlek,” akunya.

Tujuan sembahyang di kelenteng untuk memanjatkan syukur sekaligus meminta perlindungan di tahun baru.

Hal serupa dikatakan warga Tionghoa lainnya, Adi Leon. Dia menambahkan tradisi makan dan berkumpul bersama keluarga juga salah satu ritual atau kegiatan jelang imlek.

“Dengan makanan khas Kue keranjang aneka rasa, jadi ragam jajanan kue khas Imlek yang tersaji di meja makan,” akunya.

Leon menambahkan biasanya makan dan berkumpul bersama keluarga dilakukan pada malam Imlek. Namun, biasanya nuansa menu makanan di pagi Imlek tidak mengandung daging. Hal ini adalah wujud penghormatan bagi dewa yang tidak menyantap hewan bernyawa.

Sementara di perayaan imleknya, ada tradisi mengunjungi keluarga. “Biasanya anggota keluarga yang berusia lebih muda akan mengunjungi keluarga yang lebih tua,” akunya.

Tak hanya itu, dalam ramah tamah bersama keluarga, orang yang telah menikah akan memberikan angpao kepada sanak keluarga yang belum menikah.

“Ya menerima angpao dianggap dapat memberi nasib baik termasuk jodoh. Termasuk pemberian angpao ini sebagai rasa saling berbagi,” pungkasnya. (gus/zul)

Comment

Berita Terbaru