Heboh 30 Detik Video Mesum Pasangan Muda Mudi di Atas Motor, Aksinya Viral Terekam CCTV

TASIKMALAYA - Polres Tasikmalaya Kota masih menyelidiki adanya video 30 detik aksi tak senonoh yang dilakukan pasangan muda-mudi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Yusuf Ruhiman mengaku masih menyelidiki kasus tersebut. Dia pun belum bisa mendapat petunjuk terkait identitas dua orang yang ada dalam video.

“Belum ada (petunjuk), masih diselidiki,” ujarnya, Senin (26/1) lalu.

Sebelumnya, Yusuf langsung mendatangi lokasi kejadian perkara terekamnya agenda tidak senonoh di Dadaha. Dia mengatakan sudah mendapat informasi soal video tersebut.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya. “Kita akan selidiki,” singkatnya.

Sementara itu, Pemkot Tasikmalaya diminta merespons kasus video 30 detik tak senonoh di Kompleks Olahraga Dadaha. Perlu ada evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Tokoh Masyarakat Kota Tasikmalaya, Yono Kusyono mengatakan penataan Dadaha perlu dibenahi. Di antaranya penerangan yang dinilai minim, sehingga memicu perilaku-perilaku negatif.

“Kalau terang benderang, masa sih masih berani berbuat macam-macam,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (26/1).

Terlebih sebelumnya aksi tak senonoh pernah beberapa kali terjadi sebelumnya. Seharusnya, bisa menjadi bahan evaluasi untuk Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui OPD terkait.

“Kalau tidak disikapi, ke depannya pasti akan bisa terulang lagi,” ujarnya.

Bukan hanya di Dadaha, upaya pencegahan ini juga berlaku di semua lokasi. Karena pada prinsipnya kawasan yang gelap bisa memicu berbagai perilaku negatif.

“Selain perbuatan tidak senonoh, rawan kejahatan juga,” katanya.

Aktivis muda Kota Tasikmalaya, Myftah Farid mengatakan, temuan itu hanya potret kecil Kota Santri. Menurutnya, kejadian itu bisa saja sudah kerap terjadi tanpa diketahui.

“Kalau tidak ada rekaman CCTV, mungkin kita tidak tahu ada perilaku negatif di situ,” terangnya.

Selain penerangan, pengawasan juga harus dilakukan secara intensif. Di antaranya dengan memasang CCTV beberapa titik di Dadaha, mengingat pelaku bisa kucing-kucingan dengan petugas yang berpatroli.

“Idealnya yang terpasang di lokasi itu CCTV milik pemerintah, bukan CCTV hotel,” tuturnya.

Farid pun meminta kepolisian untuk memastikan konten dari video berdurasi 30 detik itu. Dia khawatir kasus ini hanya dibesar-besarkan dan membuat kesalahpahaman.

“Ketika disebutkan perbuatan asusila, sejauh mana tindakan, apa betul mereka melakukan hubungan suami istri?” terangnya.

Terpisah, HRD Hotel Grand Metro M Doni Herdani mengaku kaget mengetahui adanya dugaan aksi tidak senonoh di belakang tempat kerjanya. Untuk mencegah hal serupa terjadi, pihaknya pun menambah penerangan di lokasi tersebut.

“Kita tambah lampu di belakang, supaya lebih terang,” ujarnya.

Pintu belakang hotel dijelaskannya tidak selalu di buka, khususnya malam hari. Sehingga tamu yang berkunjung lebih sering menggunakan pintu depan. “Lebih jarang dibuka,” katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya menginstruksikan petugas keamanan untuk ikut mengawasi kawasan sekitar hotel. Khususnya hal-hal yang bisa mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar.

“Karena kami juga harus menjalin hubungan baik dengan warga sekitar,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu, publik sempat dikagetkan dengan video syur 19 detik milik Gisella Anastasia. Kini muncul video tak senonoh berdurasi 30 detik yang berlokasi di Kompleks Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Pelakunya, sepasang muda-mudi yang diduga melakukan aksi tak senonoh di seputaran area jalur lingkar Dadaha tersebut. Aksi mereka sendiri terekam oleh Closed Circuit Television (CCTV) dan beredar di sebagian warga.

Dari informasi yang dihimpun Radar Tasikmalaya, video tersebut merupakan rekaman CCTV di belakang salah satu hotel bintang empat di Kota Tasikmalaya. Namun belum diketahui identitas dua muda-mudi tersebut.

Dari video berdurasi 30 detik itu, tampak dua sejoli sedang berpelukan di atas motor, dengan posisi berhadapan. Kondisi lokasi cukup gelap menandakan kejadian itu berlangsung malam hari.

Tetapi perempuan di video itu tampak menyadari adanya CCTV yang mengarah ke posisi mereka. Kedua remaja misterius itu pun langsung menyudahi aksi tak terpujinya itu.

Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD Pengelola Dadaha Kota Tasikmalaya, Dadi Sopardi mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Akan tetapi, dia pun tidak mengetahui pasti kapan aksi tersebut terjadi.

“Kami baru mendengar informasi saja, belum tahu secara detail,” ujarnya kepada Radar Tasikmalaya, Senin (25/1).

Menurutnya, untuk aksi mesum mungkin saja terjadi dan luput dari pengawasannya. Tetapi, dia ragu jika ada pasangan yang berani sampai melakukan hubungan badan. “Kemungkinan itu yang lagi pacaran,” tuturnya.

Namun demikian, hal ini menjadi bahan evaluasinya guna melakukan pengawasan lebih baik. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi khususnya di wilayah Dadaha. “Saya juga meminta petugas supaya lebih intens melakukan pengawasan,” tuturnya.

Aksi tak terpuji di wilayah Dadaha sudah beberapa kali terjadi. Sebelumnya petugas keamanan UPTD Dadaha pernah membubarkan sekelompok remaja yang berpelukan di areal belakang Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT). Itu terjadi siang hari pada Jumat 18 Oktober 2019.

Kejadian serupa juga terjadi sebelumnya, tepatnya sore hari tanggal 10 Juli 2019. Mirisnya, aksi tak pantas itu dilakukan di musala yang jarang dipakai di kawasan Taman Dadaha. (rga/zul)

Baca Juga:

  • Kota Tegal Semakin Panas, Wali Kota Laporkan Wakil Wali Kota ke Polisi atas Dugaan Rekayasa Kasus.
  • Wakil Ketua MUI Sebut Jika Presiden Jokowi Ditahan Negara Berantakan, Habib Rizieq Ditahan Umat Berantakan.

Berita Terkait

Berita Terbaru