Heboh Penemuan Potongan Tubuh Berserakan di Jembatan Perbatasan Karawang-Bekasi, Pelaku Diduga Tiga Orang

BEKASI - Penemuan potongan tubuh manusia menghebohkan warga, Sabtu (27/11) pagi di sekitar jembatan perbatasan Karawang-Bekasi.

Tepatnya di Jalan Raya Pantura Kampung Kedunggede Desa Kedungwaringin Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi,
warga menemukan potongan tubuh itu terbungkus plastik, dilapisi baju berwarna hijau dan diikat.

Dikutip dari Pojoksatu, penemuan potongan tubuh manusia itu terjadi sekira pukul 05.00 WIB.

Potongan tubuh manusia itu kabarnya ditemukan oleh pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi.

Sontak, penemuan itu membuat warga geger. Dalam plastik itu tampak potongan kaki dan lengan manusia.

Penemuan itu dibenarkan pihak Kepolisian setempat, Kanit Reskrim Polsek Kedungwaringin Iptu Edward Daniel.

“Iya, ditemukan sama pengendara di jalan raya perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang,” ujar Iptu Edward Daniel.

Edward mengatakan, potongan bagian tubuh manusia yang ditemukan yakni kaki kanan dan kiri. Serta lengan bagian kiri yang dipotong tepat di bagian pergelangan.

Masing-masing bagian tubuh itu, kata dia, dipotong menjadi tiga bagian.

“Kaki itu kiri dan kanan dipotong tiga, kemudian tangan kiri dipotong tiga,” kata Iptu Edward Daniel.

Dikatakan dia, selanjutnya temuan potongan tubuh manusia itu dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk diautopsi guna kepentingan penyelidikan.

Dari pengembangan diketahui itu merupakan potongan tubuh Ridho Suhendra (28).

Diketahui, sebelum meninggal, telepon seluler atau WA Ridho aktif terakhir Kamis atau 2 hari sebelum ditemukan tewas. Pelaku diduga 3 orang. Korban ditemukan dengan sekitar 10 potongan tubuhnya.

Kala itu, Zarul Aulia (53), paman korban, mendengar cerita dari ibu kandung Ridho bahwa ia pamit untuk ngekos dikarenakan mengaku telah mendapatkan kerjaan.

“Almarhum ini kan belum nikah dan masih tinggal sama orang tuanya. Terus 2 minggu lalu, pamit ke ibunya, mau ngekos katanya karena sudah dapat kerja,” tutur Zarul saat ditemui di rumah duka, Kampung Buwek, Sumber Jaya, Tambun Selatan, Sabtu (27/11).

Namun sayangnya, Ridho tidak memberitahu pihak keluarga terkait pekerjaan barunya beserta lokasi di mana ia tinggal.

Setelah pamit, Ridho hanya membawa tas ransel dan motor yang biasa dia gunakan untuk mengantar penumpang.

“Tapi ya komunikasi lancar, masih nanya-nanya hampir setiap hari,” imbuhnya.

Setelah itu, keluarga tidak bisa menghubungi nomor telpon Ridho pada Jumat (26/11) kemarin, lantaran dalam kondisi nonaktif.

Aplikasi percakapan singkat Ridho tertera bahwa ia terakhir kali membuka aplikasi itu, pada Kamis (25/11) lalu.

“Terakhir online kelihatan di WA itu hari Kamis, dua hari. Sehari setelah itu, HP-nya sudah enggak bisa dihubungi,” katanya.

Kini, pihak keluarga telah mempersiapkan tenda dan bangku untuk menerima kedatangan jenazah Ridho dari RS Polri Kramat Jati.

Sedangkan ibu dan ayah kandungnya masih menjalani pemeriksaan oleh kepolisian sebagai saksi atas peristiwa ini.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan bahwa pelaku mutilasi lebih dari satu orang. Dua orang pelaku sudah ditangkap.

“Pelakunya diduga tiga orang, yang dua sudah ditangkap,” kata Tubagus Ade saat dihubungi wartawan.

Kombes Tubagus menyampaikan saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam kepada kedua pelaku tersebut. Polisi masih punya waktu 1×24 jam sebelum menetapkan tersangkanya.

“Statusnya masih terduga ya, belum tersangka. Kami punya waktu 1×24 jam untuk menetapkan sebagai tersangka,” kata Tubagus. (dil/ral/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Pemkab Tegal Kecolongan, Ditutup 2017 Ternyata di Eks Lokalisasi Peleman Masih Ada yang Terima Tamu.
  • Terduga Pembunuh Wanita Muda di Peleman Disebut Serahkan Diri ke Polisi.

Berita Terkait

Berita Terbaru