Hidup Makin Susah! Air Bersih Langka, Bantuan dari BPBD Pemalang Belum Mencukupi

PEMALANG - Krisis air bersih melanda sejumlah desa di Kecamatan Pulosari. Saat ini warga masih bertahan dengan sisa air hujan yang disimpan di tandon. Beberapa yang lain sudah mengandalkan bantuan.

Kepala Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari Sutrisno mengatakan, sudah satu bulan lebih warga kesulitan air bersih. Sebab tiga sumber air yang diandalkan sudah seluruhnya mengering akibat kemarau.

Sementara kebutuhan konsumsi air bersih di Clekatakan cukup besar, kurang lebih 10 hingga 15 tangki setiap hari. Kebutuhan itu bahkan tidak cukup terpenuhi jika hanya mengandalkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang.

"Bantuan dari BPBD belum memenuhi seluruh warga, beberapa warga yang ekonomi mampu memilih beli dalam ukuran jeriken ataupun tangki," kata Sutrisno, Jumat (7/8).

Kepala BPBD Pemalang Wahadi mengatakan, setiap hari dikirimkan dua tangki air bersih ke wilayah Kecamatan Pulosari. Bantuan itu didistribusikan secara bergiliran setiap harinya.

"Satu hari untuk di Pulosari kami kirim dua tangki, dan satu mobil untuk di Kecamatan Belik," kata Wahadi.

Diketahui sebelumnya, beberapa desa di Kecamatan Pulosari yang mengalami krisis air bersih, yaitu Clekatakan, Pagenteran, Siremeng, Batursari, Penakir, Gunungsari, Jurangmangu.

Sedangkan di Desa Pulosari, kelangkaan air hanya dialami warga yang tinggal di Dusun Krajan dan Gunung, kemudian Desa Gambuhan dialami warga di Dusun Kukusan dan Gajah Nguling, serta Karangsari yang hanya menimpa warga yang bermukim di Dusun Waryan. (sul/ima)

Baca Juga:

  • Permalukan Perdana Menteri Vanuatu soal Papua di Sidang PBB, Diplomat Muda Cantik Indonesia Ini Banjir Pujian.
  • Balas Sindiran KPK, ICW: Ada Pihak yang Mengaku Pejuang Padahal Sejatinya Merupakan Musuh.

Berita Terkait

Berita Terbaru