Hina Nabi Muhammad SAW, Kepala Seorang Warga Hindu India Dipenggal 2 Pria Muslim

NEW DELHI - Penahanan dua pria yang memenggal kepala seorang penjahit di Udaipur, kembali memicu insiden kekerasan antar-umat Islam dan Hindu di India.

Tindakan pemenggalan itu diduga dilakukan dua pria muslim, karena korban mengunggah dukungan terhadap pernyataan politikus partai berkuasa, Bharatiya Janata (BJP). Sebelumnya, jubir partai dituding menghina Nabi Muhammad SAW beberapa waktu lalu.

Kedua pelaku kemudian mendokumentasikan tindakannya itu melalui rekaman video. Hanya dalam sekejap, tayangan video penuh darah itupun beredar di media sosial hingga kemudian viral di India.

Pascakejadian itu, pemerintah Udaipur kemudian memblokir internet di daerah itu dan melarang aktivitas perkumpulan demi mencegah penyebaran lebih jauh hingga bentrokan lebih lanjut.

Insiden itu bermula saat korban membagikan unggahan yang terkesan mendukung pernyataan jubir BJP, Nupur Sharma, sekitar beberapa pekan lalu. Dalam pernyataannya di televisi nasional, Sharma menghina Nabi Muhammad SAW hingga memicu protes di dalam negeri hingga kecaman dari negara mayoritas muslim dan negara Barat.

Sepuluh hari usai korban mengunggah dukungannya soal komentar Sharmadi media sosial, kedua pelaku merangsek toko jahitnya dengan menyamar sebagai pelanggan.

Tak lama, kedua pelaku menyerang korban dengan pisau besar. Pihak berwenang kemudian bergegas mengerahkan polisi ke lokasi kejadian dan mengamankan Udaipurdemi mencegah potensi bentrokan antar umat Muslim dan Hindu pecah lagi

"Kedua terdakwa kasus pembunuhan itu sudah ditangkap dan kami akan memastikan hukuman yang tegas dan keadilan sesegera mungkin," kata Kepala Menteri di Rajasthan, Ashok Gehlot, di Twitter dikutip AFP Rabu 29 Juni 2022.

Gehlot juga mengimbau orang-orang untuk tetap tenang dan tak membagikan video tersebut. "Sebab, rekaman itu akan mendukung motif penyerang untuk menciptakan perselisihan di masyarakat," imbuhnya.

Sejak pernyataan kontroversialnya memicu kecaman terhadap India dari setidaknya 20 negara. Umat Muslim di India terus berada dalam tekanan dan diskriminasi sejak partai nasionalis BJP yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa. (dis/zul)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terkait

Berita Terbaru