Honorer K2 Nakes Ngenes, Covid-19 Melandai Lalu Dilupakan Padahal Guru Honorer Diangkat PPPK

JAKARTA - Pemerintah pusat harus memberikan kemudahan dalam pengangkatan honorer nakes menjadi PPPK.

Ketua Forum Honorer K2 Kabupaten Ponorogo Ajun menegaskan, pemerintah jangan langsung memberlakukan Surat Edaran (SE) Penghapusan Honorer.

“Kalau guru honorer K2 jadi prioritas di PPPK 2022, kami juga minta diberikan kekhususan. Kalau perlu seperti guru yang tidak perlu tes lagi bagi yang sudah ikut tes tahun lalu,” ujar Ajun.

Kebijakan pemerintah menghapus pegawai non-aparatur sipil negara (honorer) dikecamnya.

Menurutnya, kebijakan penghapusan pegawai honorer itu sangat tidak manusiawi.

Apalagi, tidak sedikit honorer tenaga kesehatan (nakes) yang sudah mengabdikan diri hingga belasan tahun lamanya.

Namun selama itu pula, honorer nakes tidak juga diangkap sebagai aparatur sipil negara (ASN).

“Kami honorer K2 tenaga kesehatan yang bekerja lebih dari 17 tahun, tidak ada perhatian dari pemerintah,” kata Ajun, Minggu (19/6).

Perawat di salah rumah sakit ini menyatakan, saat masa pandemi Covid-19 lalu, nakes menjadi garda terdepan sekaligus menjadi yang paling berisiko terpapar virus corona.

Sayangnya, begitu Covid-19 melandai, honorer nakes malah dilupakan.

Menurut Ajun, hal itu dibuktikan dengan rekrutmen PPPK 2021 yang sangat tidak berpihak kepada honorer K2.

Tidak ada afirmasi bagi nakes seperti yang diterima guru honorer.

“Mengapa guru diberi afirmasi kompetensi teknis tapi kami para nakes enggak diberi?” heran Ajung.

Ajun bersama rekan-rekannya mengaku sudah mengikuti seleksi PPPK 2021.

Akan tetapi, mereka kalah bersaing dengan pelamar fresh graduate.

Menurut Ajun, secara teori memang pihaknya sudah banyak lupa apabila dibandingkan dengan fresh graduate.

Namun, katanya, dari sisi pengalaman, honorer K2 nakes memiliki jam terbang yang tinggi.

“Seharusnya pemerintah mengangkat kami menjadi PNS. Kami sudah menerima solusi PPPK, tetapi tolong berikan kami afirmasi,” ucapnya dikutip dari JPNN.com.

Dia mengingatkan pemerintah pusat jangan melupakan jasa honorer nakes. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Tabungan Brigadir J Diduga Dikuras Salah Seorang Tersangka Pembunuhnya, Pengacara Keluarga: Orang Mati Kirim Duit.

Berita Terkait

Berita Terbaru