Iming-imingi Uang, Kepala Desa Dua Kali Nekat Nikmati Tubuh ABG Tetangganya

OKU SELATAN - Kepala Desa (Kades) Desa Kotaway Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel), Ferry Firmansyah (46) ditahan di Mapolres OKU Selatan. Padahal, dia belum genap dua tahun menjabat kepala desa.

Sang kades ditangkap usai terbukti memperkosa gadis di bawah umum sebut saja, Kamboja (17), warga sekampungnya. Ferry terancam dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Iyo Pak, aku khilaf, duo kali ku lakuke (menggagahi) galo di pondok kebon," ungkap Ferry saat diwawancarai di Mapolres OKU Selatan, Senin (27/6) lalu.

Diakui Ferry, perbuatan bejat itu diakuinya terjadi tidak ada tekanan ataupun paksaan. Kali pertama kejadian dilakukan sekitar bulan Mei lalu, tepatnya di pondok kebun korban yang tak jauh dari pondok tersangka.

Menurutnya, dia terlebih dahulu menghubungi korban via Whatsapp menanyakan keberadaan korban. Modus yang selalu dilakukannya, dia selalu memberikan iming-iming uang sebelum perbuatannya dilakukan.

"Kamu nak duet dak, dio galak. Ku kasihlah yang pertama itu Rp150 ribu, yang kedua itu Rp200 ribu pada 16 Juni. Sesudah ku kasih, barulah kami lakukan itu," ungkapnya.

Ibarat pepatah, sepandai pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh juga, apes nasib Ferry. Kelakukan bejat Ferry akhirnya tercium keluarga korban. Dan semua perbuatan pencabulan tersangka diceritakan oleh korban. Keluarga korban pun melapor ke Polsek Buay Pemaca, Sabtu (25/6).

Mendapat laporan tersebut, Mapolres OKU Selatan melalui PPA Polres OKU Selatan bersama Polsek Buay Pemaca langsung melakukan identifikasi. Termasuk melakukan penjemputan, dan interogasi tersangka.

"Hasilnya betul, dan tersangka juga telah mengakui seluruh perbuatannya," ungkap Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha.

Untuk perbuatan tersangka Kapolres juga menjelaskan jika Oknum Kades ini terbukti masuk tidak pidana. Pasal 81 ayat (1( dan ayat (2) UU no 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak jo pasal 76 d UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak. Ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara.

"Ini juga jadi keprihatinan kita, seluruh jajaran Polres OKU Selatan. Dimana segala sesuatu sudah ada larangan yang melingkupi kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kita harap kejadian ini tidak terulang lagi kedepan," ungkap Kapolres sabagaimana yang dikutip dari harianokuselatan.disway.id.

Sementara itu Kepala Dinas PP, KB, PP dan PA Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Nova Susanti menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi terkait kasus tersebut.

"Kami akan mengecek kelapangan, walaupun korban ingin meminta pendampingan akan kami dampingi, jika mengalami depresi akan kami hadirkan psikolog dari provinsi, yang pastinya kami hanya pendampingan terhadap korban," tandasnya. (dal/zul)

Baca Juga:

  • Tembakan Bharada E Hanya Lukai Brigadir J, Dahlan Iskan Dapat Bocorannya dari Mahfud MD.
  • Pistol Glock 17 untuk Tembak Mati Brigadir J Bukan Milik Bharada E, Tapi Milik Ajudan Istri Ferdy Sambo.

Berita Terkait

Berita Terbaru