Indonesia dan Vietnam Terapkan PPKM, Nike Pangkas Target Penjualannya

JAKARTA - Imbas kebijakan pembatasan sosial di Vietnam dan PPKM di Indonesia, produsen perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat, Nike memangkas target penjualan dari dua angka menjadi satu angka saja pada 2022.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Indonesia saat ini masih menerapkan kebijakan PPKM, namun sudah dilonggarkan, sehingga beberapa pabrik sudah boleh beroperasi lagi, termasuk Nike.

"Namun sebagian besar operasional pabrik di Vietnam justru belum dibuka dan diperkirakan baru akan beroperasi pada Oktober 2021," kata Chief Financial Officer Nike, Matt Friend seperti dikutip dari AP, Jumat (24/9).

Menurut Friend, permasalahan bukan cuma masalah produksi, tapi juga ada kendala dalam rantai distribusi. Sebab, beberapa pengiriman ikut tertunda dan membutuhkan waktu yang lebih lama dari pusat manufaktur di Asia ke pasar di Timur Tengah, Eropa, Afrika, hingga Amerika Utara.

"Produksi yang hilang selama berminggu-minggu dikombinasikan dengan waktu transit yang lebih lama akan menyebabkan kekurangan persediaan jangka pendek di pasar untuk beberapa kuartal ke depan," terangnya.

Dampak dari keterlambatan produksi dan distribusi itu, kata Friend, membuat biaya penjualan dan administrasi perusahaan naik sekitar 20 persen. "Kenaikan biaya juga terjadi di sisi operasional, seperti pemasaran digital, upah buruh, dan lainnya," ujarnya.

Kendati memangkas target penjualan, namun Nike memperkirakan permintaan pasar akan tetap kuat pada produk-produk mereka, khususnya pada tahun depan. Bahkan proyeksinya, permintaan akan melebihi stok yang tersedia. (fin/zul)

Baca Juga:

  • Soal Cuitan Polisi Diganti Satpam Bank, Kapolri: Jangan Antikritik, Introspeksi untuk Menjadi Lebih Baik.
  • Stop Penggunaan Sinovac, Thailand Beralih Gunakan Vaksin yang Efektif Lawan Varian Baru Covid-19.

Berita Terbaru