Investasi Mudah, PMDN Kabupaten Tegal Naik Jadi Rp9,07 Triliun di Masa Pandemi

SLAWI - Kemudahan izin berusaha dan penanaman modal yang ditawarkan Pemkab Tegal menarik minat investasi dari dalam dan luar negeri. Meski pandemi, realisasi investasi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) meningkat menjadi Rp9,07 triliun di tahun 2020.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah saat membuka Slawi Investment Business Forum (SIBF) 2021 di Hotel Grand Dian Slawi, Selasa (23/11) pagi.

“Berinvestasi di Kabupaten Tegal sangat menjanjikan. Terbukti dari realisasi investasi PMDN kita yang meningkat selama pandemi, dari Rp1,42 triliun di tahun 2019 menjadi Rp9,07 triliun di tahun 2020. Meskipun untuk PMA (Penanaman Modal Asing) mengalami penurunan dari Rp820 miliar di tahun 2019 menjadi Rp291 miliar di tahun 2020,” kata Umi.

Disampaikan Umi, upayanya mendorong pertumbuhan investasi ke Kabupaten Tegal ditempuh dengan mengimplementasikan kebijakan proinvestasi. Salah satunya menjalankan sistem layanan perizinan yang semakin mudah, terbuka, cepat dan pasti serta terintegrasi dengan online single submission (OSS).

Di depan para investor, Umi pun memastikan jika proses perizinan usaha di lingkungannya transparan. Bahkan dijanjikan jika mengalami kendala atau ada pihak-pihak tertentu yang meminta imbalan untuk segera melaporkan kepada dirinya untuk ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Untuk itu, dirinya berharap Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dapat menyajikan peluang investasi potensial untuk ditawarkan, termasuk kerja sama pemanfaatan aset seperti tanah milik pemerintah daerah yang lokasinya strategis.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Tegal Moh. Sholeh menjelaskan ada empat investor besar yang akan berinvestasi di Kabupaten Tegal tahun 2021 ini. Keempatnya adalah PT Mitra Keluarga Karya Sehat Tbk, PT Adonia Footwear Indonesia, PT Shyang Hung Tah, dan PT Muslim Medical Center.

“Dari investasi keempat perusahaan tersebut, diperkirakan mampu menyerap 21 ribu orang tenaga kerja,” kata Sholeh.

Sementara itu, perwakilan PT Adonia Footwear Indonesia Almran Jaya mengungkapkan pengalamannya jika pihaknya telah membuktikan sendiri kemudahan layanan berusaha dan investasi oleh Pemkab Tegal.

“Sebelumnya saya pernah mengikuti SIBF 2019 di Guci sebagai peminat investasi dan baru di tahun 2021 ini kami memutuskan untuk berinvestasi. Dan pernyataan Bupati Tegal kala itu terbukti benar bahwa proses perizinan di sini sangat mudah dan sangat terbuka,” tuturnya.

Senada dengan itu, Asisten Project Manager PT Shyang Hung Tah Robin Lawrencius Wibawa mengungkapkan jika Pemerintah Kabupaten Tegal sangat membantu dan memberikan kemudahan pihaknya dalam menanamkan modal atau investasi usaha.

“Dari mulai referensi lahan yang potensial hingga ke pengurusan izin usahanya, kami sangat terbantu. Sepanjang kami penuhi persyaratan, prosesnya sangat cepat dan tidak ada kendala,” terangnya. (*/ima)

Baca Juga:

  • Kota Tegal Sebentar Lagi Akan Punya Floating Market seperti Bandung di Kali Siwatu.
  • Bubarkan Paksa Massa, Aksi 212 Teriakkan Brimob Zalim!.

Berita Terkait

Berita Terbaru