Istri Polisi Aniaya Pembantunya, Siram dengan Air Panas, dan Ancam Digantung, Tapi Tak Ditahan

BENGKULU - LE, seorang istri polisi, ditetapkan Polres Bengkulu sebagai tersangka dugaan penganiayaan asisten rumah tangga (ART)-nya sendiri, YA (22). Tidak sendirian, LE beserta suaminya terbukti bersama-sama menganiaya pembantunya itu.

Namun LE tidak ditahan, hanya dikenakan wajib lapor sejak, Kamis (16/6). Menurut Kapolres Bengkulu, AKBP Andi Dady, tidak ditahannya LE karena dia tengah mengandung (hamil) anak keduanya.

Kapolres juga mengungkapkan tersangka yang merupakan salah seorang aparatur sipil negara (ASN) memiliki anak yang masih kecil. Meski begitu, penanganan kasusnya tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Untuk istri sudah tersangka, namun memang untuk penahanan tidak mutlak kita lakukan. Karena pertimbangan kemanusiaan dan asas keadilan,” kata Kapolres, Jumat (17/6).

“Artinya yang bersangkutan dalam kondisi hamil dan juga masih melekat pada anak-anaknya, yang masih kecil. Kita mempertimbangkan psikologi anak-anaknya,” imbuh Kapolres.

Namun, lanjutnya, LE dikenakan wajib lapor dan proses hukum tetap berjalan. Sebelumnya, YA melaporkan ke Mapolres Bengkulu bahwa dirinya telah dianiaya majikannya yang berprofesi sebagai polisi beserta istrinya.

YA melaporkan dirinya mengalami penganiayaan, dipukul hingga disiram air panas. YA bahkan diancam akan digantung jika berani menceritakan apa yang dialaminya.

YA diketahui telah bekerja bersama pasangan LE dan suaminya yang polisi bernisial BA sejak Desember 2021. Namun sejak itu YA tidak pernah menerima gaji dari majikan.

Sementara itu, Kepala UPTD PPA Provinsi Bengkulu Ainul Mardiati mengatakan, memang ada perlakuan berbeda kepada tersangka yang merupakan seorang perempuan dan tengah dalam kondisi mengandung tersebut.

Meski demikian, proses hukum yang menyangkut perempuan dalam kondisi hamil tetap harus diproses.

“Untuk tersangka sang istri ini memang berbeda dari sang suami. Kenapa ditangguhkan penahanannya, karena dia lagi hamil dan mempunyai anak dua,” jelasnya.

“Tapi prosesnya tetap sama, cuma perlakuannya berbeda karena dia seorang perempuan dan sedang hamil,” tandasnya. (rb/zul)

Baca Juga:

  • Brigadir Joshua 2 Kali Bertengkar dengan Bripka RR di Magelang dan Jakarta, Sebelum Akhirnya Ditembak Mati.
  • Pistol Glock 17 untuk Tembak Mati Brigadir J Bukan Milik Bharada E, Tapi Milik Ajudan Istri Ferdy Sambo.

Berita Terkait

Berita Terbaru