Jadi Garda Terdepan Covid-19, Tenaga Kesehatan RSUD dr Soeselo Slawi Curhat: Beberapa Perawat Dehidrasi Gara-gara Pakai APD

SLAWI - Suka duka menjadi tenaga kesehatan (nakes) di tengah pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh mereka khususnya yang bekerja di RSUD dr Soeselo Slawi. Karena tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus tersebut.

Perawat RSUD dr Soeselo Slawi Mahyi Amali, Jumat (14/8) mengatakan, posisi sebagai tenaga kesehatan sangat rentan terkena penularan virus corona. Namun, yang lebih besar lagi adalah beban tanggung jawabnya.
Dirinya yang bertugas di ruang isolasi menuturkan, selain menangani pasien Covid-19 yang membutuhkan tenaga ekstra, juga harus melakukan pendekatan kepada keluarga pasien.

"Berbagai pasien telah kami rawat mulai pasien ODP, PDP, positif. Banyak keluh kesah. Sistem pelayanan pasien Covid-19 itu berbeda dengan pasien lain," katanya.

Sebagai seorang perawat, tambah Mahyi Amali,
dirinya harus memenuhi kebutuhan pasien mulai makan sampai ada yang mengganti diapers.
Berbagai macam keluhan muncul sampai ada yang gangguan mental.

Sebisa mungkin semua dilakukan dengan konsekuensi menggunakan pakaian APD yang lumayan berat dan sangat panas. Dirinya dan kawan-kawan tenaga kesehatan harus tetap semangat. Bahkan, karena APD tersebut, beberapa perawat sampai dehidrasi dan ada yang pingsan.

"Lamanya hasil swab juga membuat pasien tidak sabar. Kami harus memberikan edukasi semangat termasuk kepada keluarga. Jujur saja melayani pasien Covid-19 itu, kita seperti membaur seperti keluarga agar pasien tidak stres untuk menjaga imunitas tubuhnya stabil," tambahnya.

Ironisnya, lanjut Mahyi Amali, kalau terjadi pasien dan keluarga tidak jujur maka sangat berisiko penularan virus corona kepada tenaga medis. Ini juga yang membuat para tenaga kesehatan harus terus waspada. Setiap kali bertugas, mereka wajib membersihkan diri untuk mencegah Covid-19.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Tegal Umi Azizah, Kadinkes dr Hendardi Setiaji, Direktur RSU dr Soeselo Slawi dr Guntur Muhamad Taqwin, Ketua PPNI Kabupaten Tegal Kiswandi dan Ketua IDI Kabupaten Tegal dr Sofwan Arifin. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Unggah Ceramah UAS, Mahfud MD: Terkadang Masih Ada Orang yang Ingin Mengadu Domba Antartokoh Islam.
  • Bantah Sukmawati bahwa Ideologi PKI Bukan Pancasila, Fadli Zon: PKI Bukan Unsur yang Terlibat dalam Proklamasi Indonesia.

Berita Terkait

Berita Terbaru