Jadi Korban Penipuan Berkedok Arisan, Ribuan Warga Geruduk Rumah Pelaku Minta Barang yang Dijanjikan

CIANJUR - Sejumlah korban penipuan berkedok arisan atau paket murah menggeruduk ke kediaman yang diduga pelaku di Kampung Limbangan RT 03/RW 04, Desa Limbangan Sari Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, Jumat (31/7) kemarin.

Penipuan yang menimpa ribuan korban dari berbagai daerah ini diduga sudah terjadi sejak kurun waktu beberapa tahun silam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, para korban datang ke rumah terduga pelaku berinisial AN di Limbangansari untuk meminta sejumlah barang yang telah dijanjikan setelah sekian waktu para korban mengikuti arisan atau paket murah seperti hewan kurban, elektronik, dan kendaraan ke salah satu perusahaan yang dipimpin AN tersebut.

Salah seorang korban asal Sukabumi, Setiawan (35) mengatakan, penanggungjawab pengelola arisan tersebut membentuk 80 orang ketua.

Satu ketua bisa memegang sampai puluhan resseler. Kemudian dari satu reseller bisa menghimpun anggota hingga ratusan anggota yang mengikutinya.

“Saya ikut arisan kambing delapan, dan arisan televisi, termasuk arisan handphone, serta arisan dispenser,” kata Setiawan di rumah penanggungjawab AN yang ia geruduk.

Dirinya mengaku, cukup tergiur mengikuti paket arisan tersebut sebab, diiming-imingi pembayaran sebesar Rp15 ribu perbulan, hingga bisa dapat satu ekor domba dalam setahun.

Termasuk membayar Rp500 ribu perbulan hingga dapat motor N Max dalam setahun.

“Saya yakin nominalnya kalau dihimpun semua ini akan menjadi angka yang fantastis. Karena selain menyasar warga biasa, banyak juga pekerja pabrik yang ikut. Itu kebayang berapa jumlahnya,” kata dia.

Sementara itu, Kabbag Ops Polres Cianjur Kompol Warsito mengatakan, secara hukum belum ada pelaporan. Tentunya siapa yang ditipu harus jelas dulu.

"Makanya kami menyarankan agen atau reseller melapor ke pihak kepolisian. Jadi intinya kami juga belum tahu persis seperti apa kronologis kejadian dan yang dilakukan oleh terduga pelaku. Kebanyakan info dari para korban atau warga yang ada di lokasi itu semacam paket kurban dan barang lain,” katanya.

Pihaknya tetap berharap kepada para korban yang diduga tertipu ini supaya bisa melapor. Agar kepolisian segera menindaklanjuti kejadian ini. (dhe/pojoksatu/jpr/ima)

Baca Juga:

  • Bupati Pemalang Dicibir Netizen Pura-pura Positif Covid-19: Saya Biasa Dibully.
  • Penahanan Djoko Tjandra Dianggap Tidak Sah, Kejagung: Kejaksaan Hanya Menjalani Eksekusi Bukan Penahanan.

Berita Terkait

Berita Terbaru