Jalan Pantura Kabupaten Tegal Gelap Gulita, Anggaran Rp5,8 Miliar Digelontorkan

SLAWI - Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Pantura Kabupaten Tegal hingga kini masih gelap gulita, sehingga rawan dengan kriminalitas. Untuk mengatasinya, pada perubahan tahun ini ada anggaran Rp5,8 miliar untuk pemeliharaan. Diharapkan dinas perhubungan memprioritaskan PJU ke jalur pantura agar terang benderang.

Anggota Komisi III Bakhrun, Jumat (7/8) mengatakan, lampu penerangan jalan umum di wilayah pantura belum merata. Dari wilayah Kramat hingga Warureja, hanya ada beberapa titik saja yang nyala. Itupun di tempat-tempat yang ada fasilitas umumnya seperti di RSUD Suradadi, depan kantor kecamatan dan perbatasan Tegal-Pemalang. Selebihnya ada PJU tapi tidak menyala.

"Saya sudah cek semua dari perbatasan Warureja dengan Pemalang sampai Kramat. Hanya tempat-tempat yang ada fasilitas umum saja yang menyala, selebihnya mati," katanya.

Pada perubahan anggaran tahun ini, tambah Bakhrun, dinas perhubungan dianggarkan Rp5,8 Miliar untuk pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU). Sehingga diharapkan semua lampu yang mati sepanjang jalur pantura bisa diganti. Dinas perhubungan harus mengidentifikasi lampu yang mati dan meterisasi. Sehingga sepanjang masuk perbatasan Pemalang semuanya sudah menyala. Supaya sepanjang jalur pantura tidak seperti kota mati.

"Pantura juga wajah kota Kabupaten Tegal, sehingga kesan pengguna jalan tidak jelek terhadap pemerintah," tambahnya.

Untuk saat ini, lanjut Bakhrun, jalur pantura selain rawan dengan kecelakaan juga pencurian. Sebelum Hari Raya Idul Adha, kasus pencurian marak di sepanjang jalur pantura. Modusnya, para pelaku menggunakan kendaraan dan mengedrop ke beberapa titik yang menjadi sasarannya. Pada saat itu, warga secara swadaya melakukan ronda untuk menjaga keamanan kamtibmas. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Bupati Tegal Pecat Kades Sumbarang.
  • Dijebak Berhubungan Intim Baru Diperas Hartanya, Ternyata Malah Dimutilasi Jadi 11 Bagian.

Berita Terkait

Berita Terbaru