Jamaah Wajib Karantina di Negara Ketiga, Biaya Umrah Melonjak Jadi Rp60 Juta Per Orang

JAKARTA - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) memperkirakan aturan karantina bagi jamaah umrah bakal membuat biaya ibadah umrah menjadi mahal.

Wakil Ketua Umum AMPHURI, Bungsu Sumawijaya menyebut, dengan adanya aturan karantian tersebut, biaya umrah diperkirakan bisa melonjak menjadi Rp60 juta.

"Aturan karantina membuat biaya jadi tiga kali lipat. Contohnya, harga paket yang awalnya Rp20 juta bisa hampir Rp60 juta. Misal sakit Covid di sana, jadi biaya tambahan lagi," kata Bungsu, Rabu (4/8/2021).

Kendati begitu, Bungsu tetap mengestimasikan, pihaknya berencana akan memberangkatkan jamaah umrah sekitar 1-2 grup pada umrah 1443 H. Karena itu, dia berharap pemerintah Arab Saudi memberi keringanan dalam persyaratan.

"Untuk mekanisme pelaksanaan umrah, 1-2 grup yang akan berangkat adalah pemilik atau petugas travel. Itu karena untuk melakukan antisipasi bagaimana keadaan dan kondisi jamaah," ujarnya.

Selain utu, kata Bungsu, pihaknya juga melakukan pendampingan mulai dari proses pendaftaran hingga balik ke Tanah Air. Untuk itu, ia meminta adanya keringanan persyaratan soal karantina tersebut lantaran adanya persyaratan vaksin booster atau dosis ketiga.

"Kita tetap mengharapkan keringanan dari Arab Saudi untuk protokol kesehatan dan prosedur sehingga tidak usah karantina 14 hari di negara transit, jadi waktu lebih singkat dan segi biaya tidak naik tinggi," tuturnya.

Dapat diketahui, Pemerintah Arab Saudi sebelumnya mengeluarkan aturan umrah selama pandemi Covid-19. Untuk beberapa negara, termasuk Indonesia, jamaahn bakal diwajibkan melakukan karantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum masuk Arab Saudi. (der/zul/fin)

Baca Juga:

  • Polisi Sederhana dan Jujur, Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional.
  • Tes SKD Cuma Tujuh Detik, Ternyata CASN Ketahuan Curang Kerjakan soal Pakai Software.

Berita Terkait

Berita Terbaru