Jamban Keluarga dan Penanganan Covid-19 Menjadi Aspek Penerimaan Penghargaan Swasti Saba

SLAWI - Kabupaten Tegal sudah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan. Hal itu dikatakan Bupati Tegal Umi Azizah saat menerima penghargaan Swasti Saba.

Dirinya menilai jika salah satu aspek yang menunjang diraihnya Swasti Saba oleh Kabupaten Tegal adalah terbebasnya masyarakat Kabupaten Tegal dari perilaku buang air besar sembarangan. Lewat pembangunan jamban keluarga se Kabupaten Tegal.

Dirinya yakin tidak banyak pemerintah kabupaten atau kota yang mengalokasikan program ini karena perlu mobilisasi sumber daya manusia dan dukungan anggaran yang besar.

Namun, di sini berani dan mampu. Gerakan masyarakat hidup sehat melalui pembuatan jamban keluarga, juga turut berpengaruh pada kebersihan sungai.

"Mencegah masuknya kotoran manusia ke sungai, melainkan ke tanki septic," katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Kabupaten Tegal Sehat Sisca Zulistia Sabilillah Ardie menambahkan, selain sudah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan, indikator lainnya yang turut menghantarkan Kabupaten Tegal meraih penghargaan Kabupaten Sehat 2021 adalah penanganan pandemi yang dinilainya mampu menurunkan kasus penularan Covid-19.

Di samping upaya lain seperti penataan lingkungan permukiman kumuh dan rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Usaha tersebut tidak sia-sia, sinergi lintas sektor yang terbangun baik selama ini mampu menopang pencapaian target pembangunan kesehatan masyarakat Kabupaten Tegal.

Dari sembilan kabupaten atau kota di Jawa Tengah yang mengikuti penilaian ini, hanya tiga yang mampu meraih Swasti Saba, salah satunya Kabupaten Tegal. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru