Jawab Tuntutan Nelayan, Pertamina Izinkan Pembelian Solar Melalui Agen Diantar Hingga Pinggir Pelabuhan

KOTA TEGAL - Menanggapi permintaan nelayan terkait pembelian solar dexlite atau dex, Pertamina sudah menyediakan sejumlah SPBN untuk penyaluran BBM subsidi bagi kapal di bawah 30 GT.

Sementara yang berada di atas itu, dapat membeli di SPBU atau melalui agen resmi yang bisa diantar langsung hingga dekat pelabuhan.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk menyalurkan BBM bersubsidi jenis Solar bagi nelayan, khususnya Kota Tegal.

Saat ini terdapat 3 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Tegal yang mendapatkan rekomendasi untuk menyalurkan Solar subsidi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Tegal.

"Ketiganya yaitu SPBUN Larangan, SPBUN Blanak dan SPBUN di kawasan Pelindo III,” katanya.

Menurut Brasto, sesuai Perpres 191/2014, hanya kapal di bawah 30 gross ton (GT) yang diperkenankan membeli solar subsidi di SPBUN. Bagi nelayan dengan kapal di atas 30 GT dapat mengisi Dexlite (BBM nonsubsidi) di SPBUN Blanak.

"Atau dapat menghubungi agen penyalur resmi BBM industri kami yang tersedia di setiap kawasan nelayan,“ imbuh Brasto.

Brasto menegaskan, solar yang tersedia di agen BBM industri merupakan produk BBM Industri yang harganya telah disesuaikan dengan kondisi harga minyak dunia.

Atau merupakan harga keekonomian dengan tetap mengedepankan penetapan harga secara kompetitif.

“Terdapat pelayanan lebih untuk pembelian solar industri bagi nelayan dengan kapal di atas 30 GT,” jelasnya.

Brasto juga mengingatkan, nelayan dengan kapal di atas 30 GT yang membeli produk Dexlite diharuskan menggunakan drum yang sesuai standar keamanan serta di SPBUN memiliki jam operasional dari jam 08.00-18.00 setiap harinya.

Adapun pembelian melalui agen BBM industri langsung diantar hingga pinggir pelabuhan melalui mobil tangki BBM dan tersedia selama 24 jam.

"Kami akan terus melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga penyalur seperti SPBUN dan agen penyalur BBM Industri agar penyaluran, khususnya solar bagi nelayan dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan."

Sebelumnya diberitakan, proses pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dexlite (dex) dinilai cukup menyulitkan bagi nelayan di Kota Tegal.

Sebab, selain harus antre, lokasi dispenser Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) sulit diakses nelayan.

Ketua DPC HNSI Kota Tegal Eko Susanto mengatakan, saat ini ada sekitar 1.000 unit lebih kapal yang masuk dalam regulasi BBM industri. Namun, mereka terkendala dengan mekanisme pembelian solar dex.

"Kesulitan itu, kerap menimbulkan antrean dan perdebatan. Sebab, tidak sedikit kapal yang terhambat karena sirkulasi kolam pelabuhan," katanya.

Padahal, kata Eko, kebutuhan BBM nelayan untuk sekali melaut bisa mencapai 40 ton. Adapun, harganya sekitar Rp14.000 per liter untuk jenis bio solar dan Rp12.900 untuk jenis Dex.

Karenanya, kata Eko, para nelayan kapal berukuran di atas 30 grosston (GT), berharap Pertamina memberikan kebijakan pembelian.

Sebab, mekanisme pembelian solar industri mengharuskan kapal-kapal berukuran besar mengantre untuk mengisinya melalui dispenser di SPBN.

"Apalahi, lokasi dispenser SPBN cukup sulit diakses kapal. Mengingat kapasitas kolam pelabuhan yang terbatas dan kerap dipenuhi ribuan kapal yang bersandar," tandasnya.

Eko menambahkan, para nelayan berharap bisa langsung membeli solar tanpa harus melalui dispenser SPBN. Tetapi tentunya dengan harga yang lebih terjangkau. (muj/ima)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terbaru