Jokowi Bangga Bangun Tol 1.900 KM Tapi Bayar, Nicho Silalahi: Daendels yang Biadab Bangun Jalan 1.000 KM Malah Gratis

JAKARTA - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku telah berhasil membangun jalan sepanjang jalan tol sepanjang 1.900 kilometer dikritik aktivis Nicho Silalahi. Dia heran dengan pernyataan tersebut.

Alasannya, jalan tol yang dibangun oleh Jokowi tidak gratis. Tetapi harus bayar untuk melintasinya.

"Bangga bangun 1.900 KM jalan tol yang harus bayar baru boleh digunakan rakyat, belum lagi minimal roda 4 bisa menggunakan, Anda sehat Pak? Di mana letak sila ke-5 dari Pancasila?" kata Nicho Silalahi di Twitter-nya, Jumat (15/4).

Nicho lalu mengungkit jasa Herman Willem Daendels, seorang Gubernur Hindia Belanda di masa penjajahan yang telah membangun 1000 kilometer jalan yang digunakan masyarakat gratis.

"Deendels yang begitu biadabnya justru membangun jalan 1.000 KM dan gratis dipakai rakyat loh pak," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, selama 7 tahun memimpin telah membangun sepanjang 1.900 km jalan tol. Jokowi mengatakan bahwa selama 40 tahun, Indonesia hanya bisa bangun 780 km jalan Tol.

"Selama 40 tahun, Indonesia hanya mampu membangun 780 km jalan tol. Maka, mulai tahun 2014 itu, pemerintah mendorong percepatan pembangunan jalan tol di Trans-Jawa, Trans-Sumatera, Kalimantan, sampai Sulawesi." kata Jokowi.

Jokowi bilang, masalah pembangunan jalan tol ini sebenarnya adalah pembiayaan. Ada ketergantungan pada APBN, pada keuangan BUMN-BUMN, atau diserahkan kepada swasta yang ternyata dalam sekian tahun tidak berjalan dengan baik.

"Kita perlu mencari alternatif-alternatif pembiayaan" katanya.

"Karena itulah, saya menyambut baik kerja sama Indonesia Investment Authority (INA) dengan PT Hutama Karya dan PT Waskita Karya-PT Waskita Toll Road yang ditandatangani hari ini," tuturnya. (fin/zul)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru