Jokowi Dinilai Lari dari Tanggung Jawab, 30 September Novel Baswedan Cs Dipecat!

JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan Komnas HAM telah memberikan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo untuk menyikapi polemik asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun, Jokowi telah mengomentari pemecatan terhadap 57 pegawai KPK yang akan resmi angkat kaki pada 30 September 202, dengan menyatakan, tidak semua urusan negara harus dibawa kepada dirinya.

Dikutip dari Jawapos, Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas Feri Amsari menanggapi pernyataan Jokowi tersebut.

Menurut Feri, sudah sepatutnya presiden bertanggungjawab terkait pemecatan 57 pegawai KPK.

“Loh bukannya secara ketatanegaraan memang kewenangan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan,” kata Feri dalam keterangannya, Kamis (16/9).

Sudah seharusnya, Jokowi bisa turun tangan menyikapi polemik alih status pegawai KPK.

“Apalagi PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS, presiden berwenang melantik dan memberhentikan PNS,” tegas Feri.

Dia menyesalkan, Jokowi yang justru lari dari tanggung jawab terkait pemecatan terhadap 57 pegawai KPK.

“Menurut saya, pembiaran presiden harus dipahami bahwa ini yang memberhentikan pegawai KPK adalah Jokowi. Sebab yang buat UU 19/2019 tentang KPK, PP alih status pegawai KPK, dan PP manajemen pegawai kan Jokowi,” cetus Feri.

Senada juga disampaikan oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Azyumardi Azra. Dia menegaskan, tidak sepatutnya Presiden Jokowi mengelak tanggung jawab atas pemecatan 57 pegawai KPK.

“Sopan santunnya, presiden sebagai pemimpin eksekutif puncak mesti menertibkan pimpinan KPK yang berlaku sewenang-wenang. Fatsunnya pula presiden mengikuti rekomendasi Ombudsman dan Komnas HAM sebagai lembaga resmi negara,” harap Azra menandaskan. (jpc/fajar/ima)

Baca Juga:

  • Kecelakaan di Tikungan Jalur Obyek Wisata Guci, Bus Terjun dan Miring Dalam Parit.
  • Bubarkan Paksa Massa, Aksi 212 Teriakkan Brimob Zalim!.

Berita Terkait

Berita Terbaru