Jokowi Tidak Adil ke Relawan Pilpres 2019, Sekjen Barisan Kader Gus Dur: Presiden Bisa Evaluasi Lagi Struktur Jabatan

JAKARTA - Polemik rebutan jabatan komisaris dan lainnya di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dikritisi Sekjen DPP Barisan Kader Gus Dur (BGD) Pasangharo Rajagukguk. Menurut Pasangharo, Presiden Jokowi memang tidak adil dalam memberikan reward kepada para relawan Pilpres 2019 lalu.

Mantan anggota TKN Jokowi-Amin itu mengungkapkan wajar jika ada politisi yang harus marah-marah ke Menteri Erick Thohir, karena timnya tidak mendapatkan jabatan yang layak. Tapi bagi BGD, jabatan itu tidak perlu dikejar-kejar secara berlebihan.

“Padahal untuk putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafshoh atau Yenny Wahid seharusnya menjadi menteri. Tapi, ditempatkan sebagai komisaris PT. Garuda Indonesia,” kata Pasangharo melalui keterangan tertulisnya seperti yang dikutip dari pojoksatu.id, Senin (27/7).

Hanya saja, menurut Pasangharo, saat ini ada ketidakadilan dimana yang berjuang sekuat tenaga, pikiran dan waktu dalam kampanye pilpres 2019 lalu malah kurang mendapat perhatian, reward, dan bahkan hanya menjadi penonton.

“Sementara yang santai-santai saja justru mendapat tempat khusus dan karpet merah oleh Istana Negara,” katanya kecewa.

Padahal menurut Pasangharo, untuk mensinergikan sistem pemerintahan perlu ada penyelenggaraan pemerintahan yang harmonis saat perjuangan memenangkan pilpres lalu itu, sesuai porsi masing-masing agar tujuan pemerintahan yang stabil dalam rangka negara kesejahteraan (welfare state) bisa terwujud.

Demikian pula dengan perjuangan Konsorsium Barisan Kader Gus Dur yang dipimpin oleh Yenny Wahud, terbukti telah berjuang dan kerja keras secara maksimal bersama jutaan kader Gus Dur di seluruh Indonesia yang setia dan ikhlas, sami’na watho’na, tanpa pamrih.

Ia menambahkan, meski tidak mendapat jabatan apapun, kader Gus Dur sampai hari ini tetap istiqomah dan setia mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Pasangharo berharap Presiden Jokowi bisa mengevaluasi kembali pengisian struktur jabatan di pemerintahan sesuai kompetensi masing-masing, baik melalui reshuffle kabinet maupun yang lainnya.

“Kami siap mendukung program pemerintah sekuat tenaga dan pikiran demi kemajuan bangsa dan negara. Jabatan adalah amanah yang seyogianya diberikan kepada mereka yang kompeten dan akuntabel sesuai kemampuan dan track record-nya,” jelas Pasangharo.

Dalam negara demokrasi dan sistem pemerintahan yang modern kata Pasangharo, adalah wajar kalau mereka yang berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan rakyatnya mendapat tempat dan jabatan sesuai dengan perjuangan dan kerja kerasnya dalam memenangkan kontestasi Pilpres 2019 lalu. (one/pojoksatu/zul)

Baca Juga:

  • Diduga Lakukan Pemerasan dan Rampas Kendaraan, Seorang Kades di Brebes Dilaporkan ke Polisi.
  • Makamkan PDP Covid-19,Dua Pegawai RSUD dr Soeselo Slawi Dimassa Warga dan Harus Dilarikan ke Rumah Sakit.

Berita Terkait

Berita Terbaru