Kabar Baik bagi Pekerja, BLT Subsidi Gaji Tengah Dikaji Lagi

JAKARTA - Kabar baik bagi Anda para pekerja yang telah terdampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga akhir Juli ini.

Kabar baiknya, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memberi sinyal akan kembali mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT subsidi gaji. Mengingat, anggaran perlindungan sosial ditambah menjadi Rp187,8 triliun.

Meski Sri Mulyani belum menjelaskan secara gamblang terkait anggaran BLT subsidi gaji, namun rencana pencairan BLT subsidi gaji dimasukkan ke dalam program Kartu Prakerja dengan catatan akan disinergikan dengan rencana Bantuan Upah.

Berdasarkan catatan Kemenkeu, alokasi kartu prakerja saat ini mencapai Rp20 triliun dengan 5,6 juta peserta. Anggaran kartu prakerja akan ditambah Rp10 triliun dengan target 2,8 juta peserta, sehingga totalnya mencapai Rp30 triliun dengan target 8,4 juta peserta.

"Tambahan anggaran ini untuk membuka kesempatan kepesertaan Kartu Prakerja bagi 2,8 juta orang," kata Sri, Senin (19/7).

Di konfirmasi terpisah, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi mengakui kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Namun, dia masih enggan membeberkan lebih jauh soal rencana tersebut.

"Kita sedang bahas dan digodok dulu. Terutama menyangkut siapa yang berhak," ujar Anwar

Dapat diketahui, dalam program BLT Subsidi Gaji pemerintah memberikan dana tunai senilai Rp2,4 juta per penerima. Dana diberikan untuk empat bulan dengan pencairan dua kali, masing-masing Rp1,2 juta per pencairan.

BLT Subsidi Gaji ditujukan kepada pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta per bulan. Syarat lain, mereka adalah warga negara Indonesia (WNI) dan merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. (der/zul/fin)

Baca Juga:

  • Menjelang Berakhirnya PPKM, Pengamat Sarankan Jokowi Mundur, Saiful Anam: Kasihan Rakyat.
  • Politisi PDI Perjuangan Kritik Keras soal PPKM, Effendi Simbolon: Presiden Tidak Patuh Konstitusi.

Berita Terkait

Berita Terbaru