oleh

Bupati Tegal Larang Dana Desa Mengendap

SLAWI – Bupati Tegal Umi Azizah mengingatkan pada bank pemegang rekening kas desa untuk tidak mengendapkan Dana Desa (DD). Hal ini dikatakan bupati saat menyerahkan SK tentang penunjukkan bank selaku pemegang rekening kas desa.

Kata bupati, upaya pemerintah pusat dalam pembangunan desa terus dilanjutkan dengan menambah alokasi Dana Desa (DD). Di mana implementasi kebijakan DD di tahun 2015 mencapai Rp20,8 triliun, kini di tahun 2020 meningkat menjadi Rp72 triliun.

Tujuan utamanya selain memandirikan desa adalah menurunkan jumlah penduduk miskin perdesaan.

“Jadi tujuannya bukan untuk meningkatkan gaya hidup aparatur pemerintah desanya,” katanya.

Terkait dengan itu, tambah Umi Azizah, pemerintah perlu mengurangi kendala dalam penyaluran DD 2020 dengan memangkas jalur dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) langsung ke Rekening Kas Desa (RKD). Tidak lagi melalui Rekening Kas Umun Daerah (RKUD).
Di sini, secara administratif melalui RKUD hanya membuatkan surat kuasa pemindah bukuan ke KPPN Tegal.

Pemindahan tersebut bertujuan untuk mempercepat proses juga mencegah terjadinya pengendapan DD di rekening pusat dan daerah.

“Dalam proses ini bank yang ditunjuk sebagai pemegang RKD adalah bank yang terdaftar dalam sistem kliring nasional Bank Indonesia salah satunya Bank Jateng, karena ketentuannya sudah sesuai dengan PMK,” tambahnya.

Dirinya juga mengingatkan agar jangan coba-coba menyalahgunakan keuangan desa, karena selain para pelakunya akan diproses dengan hukum pidana, juga akan berdampak pada desa secara keseluruhan di mana pemerintah akan menghentikan penyaluran dana desanya.

Sementara itu, Direktur Bank Jateng Cabang Slawi Hery Hartojo menyampaikan komitmennya akan pelayanan nanti terkait pencairan DD. Dirinya sudah menyiapkan beberapa pelayanan, agar nantinya kecamatan dan desa tidak khawatir. Dirinya juga akan membuat Grup WhatsApp khusus untuk bendahara desa se-Kabupaten Tegal dengan tujuan mempermudah pelayanan, dan yang pasti untuk saling memberikan informasi. (guh/ima)

Komentar

Berita Terbaru