Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Bertambah 63 orangdalam Satu Minggu, 2 Meninggal

SLAWI - Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal bertambah 63 orang, dua orang meninggal dunia.
Lonjakan kasus terhitung dalam satu minggu terakhir ini.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tegal dr Joko Wantoro, Jumat (16/10) membenarkan hal itu.

Sedikitnya lima klaster keluarga dan kontak erat ditemukan pada penambahan kasus konfirmasi kali ini. Klaster keluarga pertama berasal dari Desa Banjaranyar Kecamatan Balapulang. Empat orang anggota keluarga sebagai kontak erat pasien Covid-19, seorang perempuan, berinisial SK (63), positif terpapar virus corona.

Keempatnya bersama SK kini menjalani isolasi mandiri di rumah. Dari pasien SK pula ditemukan satu orang kontak erat lainnya yang terpapar virus corona dan menjalani isolasi mandiri, yaitu warga Desa Dukuhwringin Kecamatan Slawi.

Sedangkan klaster keluarga kedua ditemukan di Desa Slawi Wetan Kecamatan Slawi. Tiga orang anggota keluarga yang menjadi kontak erat dari pasien terkonfirmasi, seorang perempuan, berinisial D (57), positif terinfeksi Covid-19.

Ketiganya kini menjalani isolasi mandiri. Pasien D yang merupakan warga Desa Slawi Wetan ini dilaporkan sembuh usai menjalani perawatan di RSUD dr Soeselo.

Sementara klaster keluarga ketiga ditemukan pada tiga orang kontak erat kasus Covid-19, seorang warga Desa Balapulang Kulon Kecamatan Balapulang, seorang laki-laki, berinisial S (66) yang meninggal dunia Sabtu (26/9) lalu.

Ketiganya yang kini menjalani isolasi mandiri tersebut masing-masing adalah warga Desa Balapulang Kulon Kecamatan Balapulang, Desa Mejasem Barat Kecamatan Kramat dan Desa Yamansari Kecamatan Lebaksiu.

Sebelumnya diberitakan, dari kasus S ini juga ditemukan satu kontak eratnya, perempuan berinisial SM (63) yang masih dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi.

Klaster berikutnya ditemukan pada tiga orang yang menjadi kontak erat dari pasien Covid-19, seorang perempuan berinisial NK (47), warga Kelurahan Kudaile Kecamatan Slawi.

"Ketiga orang yang menjadi kontak eratnya antara lain, dua orang warga Desa Mejasem Barat Kecamatan Kramat dan satu orang warga Desa Bandasari Kecamatan Dukuhturi. Ketiganya kini menjalani isolasi mandiri, sementara NK sendiri sudah dinyatakan sembuh setelah dirawat di RS Harapan Anda Kota Tegal," katanya.

Pada penambahan kasus konfirmasi baru ini, tambah Joko Wantoro, pihaknya kembali menemukan dua orang warga Desa Sindang Kecamatan Dukuhwaru sebagai kontak erat dari kasus konfirmasi Covid-19, seorang perempuan, berinisial R (65) asal desa yang sama.

Dari keduanya dilaporkan, satu orang sudah dinyatakan sembuh dan satu orang lainnya masih menjalani isolasi mandiri. Dari pasien R ini ditemukan pula delapan orang yang menjadi kontak eratnya terkonfirmasi Covid-19. Adapun pasien R sendiri ini telah meninggal dunia pada Senin (21/9) lalu.

Sedangkan dua orang warga Desa Dukuhturi Kecamatan Dukuhturi terpaksa harus menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19 akibat tertular dari pasien perempuan, berinisial MY (26) asal desa yang sama.

Sementara 45 orang pasien Covid-19 lainnya dari penambahan kasus baru ini sebagian besar masih menjalani perawatan, baik di rumah sakit maupun isolasi di rumah. Hanya sebagian kecil yang sudah dinyatakan sembuh dan dua orang meninggal dunia.

Adapun dua orang pasien Covid-19 yang meninggal dunia tersebut pertama adalah seorang perempuan, berinisial T (68), asal Desa Kedungkelor Kecamatan Warureja. Pasien T dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (9/10) lalu saat menjalani perawatan di RSUD Suradadi.

Kedua, seorang perempuan, berinisial T (65), asal Desa Harjosari Kidul Kecamatan Adiwerna. Pasien T meninggal dunia pada Selasa (6/10).

“Sebelumnya, pasien T sempat dirawat di RSI PKU Muhammadiyah, Singkil, Adiwerna. Namun atas permintaan sendiri, oleh pihak keluarga, pasien T dirawat di rumahnya hingga tutup usia,” tambahnya.

Dengan demikian, lanjut Joko Wantoro, akumulasi jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal saat ini mencapai 478 orang, di mana 358 orang sudah dinyatakan sembuh, 80 orang sedang menjalani perawatan dan 40 orang meninggal dunia. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Kerap Lontarkan Narasi Tendensius, Sekjen PBNU: Gus Nur Gak Kapok Hina NU.
  • Tak Diajak Bahas UU Ciptaker, Presiden Jokowi Singkirkan NU? Said Aqil Bilang Begini.

Berita Terkait

Berita Terbaru