Kebakaran Tangki Kilang CIlacap, Publik Jangan Berspekulasi

JAKARTA - Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar meminta seluruh pihak untuk tidak berspekulasi tentang penyebab terjadinya kebakaran pada Tangki 36 T-102 Kilang Pertamina Internasional RU IV CIlacap.

Arie juga menepis anggapan terjadinya aksi sabotase oleh internal Pertamina, hingga insiden kebakaran itu terjadi, apapun alasannya.

"Terkait dengan penyebab, tentunya kita tidak perlu berspekulasi apa penyebabnya, apakah ada sabotase apakah pegawai Pertamina ini tidak memiliki wawasan kebangsaan dan ada unsur kesengajaan. Saya pikir berilah kesempatan kepada pihak berwajib yang tengah melaksanakan penyidikan dan penyelidikan hingga tuntas dan kita dari Pertamina tentunya baik manajemen maupun pekerja berkomitmen untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya di dalam penanggulangan ataupun dalam penyidikan kasus ini," demikian disampaikan Arie dalam diskusi virtual, dikutip Minggu (21/11).

Arie juga memastikan, tidak satupun pegawai Pertamina dan manajemen yang menginginkan kejadian yang sama terulang kembali. Ia mengatakan, seluruh fasilitas pada Kilang Pertamina, dibuat sesuai standar dan dioperasikan sesuai dengan SOP berstandar internasional. Maka itu, Arie memastikan bahwa insiden yang terjadi di Cilacap murni sebuah musibah.

"Kita tidak ingin kejadian ini berulang, bahwa sistem penanganan Pertamina mungkin iya perlu ada improvement. Tapi perlu disampaikan juga perlu masyarakat paham juga bahwa kilang ini tipikalnya adalah high capital, high technology, high risk. Resikonya sangat tinggi dan tidak dibangun asal-asalan. Semuanya harus mengacu pada standar, khususnya bagian tangki ini kita menggunakan standar American Petroleum Institute 650, yang disana juga termasuk bagaimana penanganan daripada petir dan sebagainya," tegasnya.

Arie juga memastikan bahwa pihaknya telah memastikan, insiden kebakaran tangki minyak berisi Pertalite itu telah teratasi dengan baik. Tak hanya persoalan api saja, melainkan juga dampak sosial dari kebakaran itu sudah tertangani dengan baik.

"Setiap ada insiden tentu ada dampaknya, baik untuk internal kami sendiri maupun bagi masyarakat. Kami juga punya prosedur. Protap atau SOP bagaimana kita untuk membina ataupun melakukan penanggulangan pasca bencana, termasuk dampak-dampak yang terjadi di Masyarakat. Dan Alhamdulillah kalau saya mendapat laporan dari rekan-rekan di Cilacap bahwa penanganan dampak terhadap sosial masyarakat ini sudah dapat teratasi semuanya," pungkas Arie Gumilar. (git/zul)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru