Kemungkinan Ada Klaster Pondok Pesantren, Sekda Tegal: Kita Masih Kesulitan untuk Penelusuran

SLAWI - Sekda Pemkab Tegal Widodo Joko Mulyono minta kewaspadaan masyarakat soal penyebaran dan pencegahan Covid-19. Masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Sekda Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, 24/10 mengatakan, kasus penularan Covid-19 sudah tidak lagi didominasi pelaku perjalanan dari daerah lain. Kasus-kasus baru justru muncul dari transmisi lokal atau penelusuran kasus sebelumnya.

Sejumlah klaster penularan mulai muncul. Antara lain, klaster keluarga, pendidikan, kesehatan, perkantoran hingga pasar.

"Bahkan tidak tertutup kemungkinan klaster pondok pesantren yang sampai dengan saat ini kita masih kesulitan untuk melakukan penelusuran di lingkungan sekitar,” katanya.

Untuk itu, tambah Widodo Joko Mulyono, dirinya meminta kesadaran dan upaya dari setiap pribadi, keluarga, lingkungan kerja dan publik untuk selalu patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal sampai hari ini, mencapai 612 kasus.

"Saya titip pesan, seriuslah dalam menerapkan protokol kesehatan dan konsisten melaksanakannya. Awali ini semua dari kedisiplinan kita, kesediaan bapak dan ibu untuk menjadi contoh dan panutan gerakan disiplin penerapan protokol kesehatan,” tambahnya.

Dengan cara demikian, lanjut Widodo Joko Mulyono, penyebaran virus corona dapat dikendalikan. Untuk itu, Pemkab Tegal, kepolisian dan TNI terus melakukan operasi protokol kesehatan. Saat ini, tingkat kesadaran masyarakat mengenakan masker sudah menunjukkan peningkatan. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Ibunda Korban Kecelakaan Maut Ungkap Anaknya Ingin Dikirimi Video Burung Peliharaannya.
  • Lihat Mobil yang Ditumpangi Anaknya Ringsek, Ibunda Korban Laka Tol Maut Cipali Tidak Berhenti Menangis.

Berita Terkait

Berita Terbaru