Kenali Penyakit dari Sakit Kepala yang Anda Derita

JAKARTA - Ada beragam jenis sakit kepala. Namun bagaimana pun rasa yang muncul, jangan dibiarkan.

Spesialis Saraf, Dr Muh Akbar SpS (K) PhD mengatakan, nyeri kepala tidak boleh dibiarkan karena ada yang primer dan sekunder. Semua bisa berdampak fatal hingga menghilangkan kesadaran. Nyeri kepala sekunder itu gejala dari penyakit, atau dikenal karena adanya penyakit tertentu. Di antaranya:

1. Tumor Otak
Nyeri kepala yang perlahan-lahan muncul. Seiring waktu, makin lama nyerinya semakin bertambah.
2. Infeksi Otak
Nyeri kepala disertai demam dan leher kaku. Nyeri yang perlahan muncul dan kadang hilang sendirinya.
3. Strok Pendarahan
Nyeri kepala yang tiba-tiba muncul dan kadang disertai kondisi tidak sadarkan diri. Selain itu, ketika tekanan darah tinggi, muncul rasa nyeri di kepala.
4. Trauma Otak
Nyeri kepala sering muncul usai mengalami kecelakan berat dan kepala telah mengalami benturan keras.

“Nyeri kepala gejala-gejalanya seperti jenis sekunder itu harus dikonsultasikan langsung, setelah itu baru bisa diketahui penanganannya. Selain itu, jika mengalami nyeri kepala sekunder jangan dibiarkan karena itu bisa membuat hilang kesadaran," terang Akbar kepada FAJAR, Jumat, 14 Agustus.

Untuk primer, nyeri kepala yang muncul karena penyakitnya itu sendiri. Misalnya migrain dan nyeri kepala tipe tegang. Ada juga nyeri kepala saat ingin menstruasi dan nyeri kepala karena tidak puas dalam hubungan seksual.

Dokter Akbar menyampaikan, nyeri kepala seperti itu dominan dipengaruhi oleh makanan. Selain itu, juga karena psikologi seseorang, seperti cemas berlebih atau stres.

Spesialis Kesehatan Jiwa RS Stella Maris Makassar, dr Agus Japari SpKJ juga menyampaikan, nyeri kepala pada dasarnya tidak bisa terlepas dari pengaruh psikologi seseorang.

“Cemas dan stres bisa membuat orang sering merasakan juga nyeri kepala. Kondisinya seperti, leher tegang dan kepala nyeri. Kondisi itu muncul jika mood mulai kurang baik," tutupnya.

Nyeri kepala yang sering muncul jika tidak memiliki penyakit tertentu pengaruhnya dari makanan. Banyak makan vetsin salah satu pemicunya. Spesialis Saraf, Dr Muh Akbar SpS (K) PhD mengatakan, buktinya itu ketika nyeri kepala langsung muncul saat sudah memakan makanan tertentu.

“Tetapi itu bisa mereda tiba-tiba,” katanya.

Hanya saja, jika sudah pernah mengalami akan terpengaruh terus ke depannya. Jadi, sebaiknya mengurangi makanan dengan kandungan vetsin banyak.

Ahli Gizi dan Menu Sehat UMI, Dr Andi Nurlinda SKM MKes menyampaikan, belum ada penelitian resmi zat apa vetsin yang jadi penyebab. “Tetapi terlalu banyak memakan vetsin memang berpengaruh ke sakit kepala,” katanya.

Salah satu zat yang bisa berpengaruh, kata dia adalah glutamat. Kandungan ini disebut bisa memengaruhi pembuluh darah yang pada akhirnya memberi respons berupa sakit kepala. (sal/dni/zul)

Baca Juga:

  • Bupati Tegal Pecat Kades Sumbarang.
  • Dijebak Berhubungan Intim Baru Diperas Hartanya, Ternyata Malah Dimutilasi Jadi 11 Bagian.

Berita Terbaru