Kerap Rusak dan Banjir, Jalan Menuju Pasar Bawang Dibeton

ADIWERNA - Jalan arah Pasar Bawang di Desa Banjaran Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal kerap rusak dan terendam banjir.

Sehingga Pemkab Tegal melakukan betonisasi pada ruas jalan tersebut untuk meminimalisir kerusakan akibat terkena banjir.

Bupati Tegal Umi Azizah, Jumat (24/9) mengatakan, meski baru sebagian, jalan aspal yang sudah beberapa kali diperbaiki lalu rusak lagi ini sekarang dibeton agar lebih awet.

"Semoga tidak banjir lagi, sehingga jalan awet dilintasi pengguna jalan," katanya.

Dirinya tidak menampik, tambah Umi, saat ini ruas jalan itu fungsinya sangat vital. Selain menjadi jalur angkutan umum, juga sebagai akses perekonomian warga yang hendak menuju ke Pasar Bawang.

Tidak terkecuali juga sebagai jalur pintas dari Desa Ujungrusi menuju Banjaran. Saat ini perjalanan warga masih terganggu karena pekerjaan konstruksi beton membutuhkan waktu lama sampai benar-benar aman untuk dilalui.

Dirinya juga meminta agar dinas terkait meninjau kembali saluran drainase. Sehingga tidak timbul permasalahan genangan air saat musim hujan.

Selain itu, dirinya mewanti-wanti kepada CV Saka Aji Mulya selaku pelaksana proyek tersebut agar memperhatikan mutu hasil pekerjaan.

"Saya berpesan pada CV Saka Aji Mulya agar tetap memperhatikan mutu hasil pekerjaannya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal Hery Suhartono melalui Kabid Jalan Muhammad Nuh menjelaskan, jalan yang sedang dibeton itu berada di ruas Ujungrusi-Banjaran. Panjangnya 190 meter dan lebarnya 7 meter. Proyek betonasi ini dikerjakan sejak 3 September 2021 lalu.

Diperkirakan proyek ini akan selesai pada tanggal 1 Desember 2021. Sedangkan untuk anggarannya, bersumber dari APBD II Kabupaten Tegal 2021 dengan pagu Rp700 juta.

Perbaikan dimulai dari perlintasan rel kereta api hingga ke pertigaan lampu merah di sisi timur. Untuk rincian pekerjaannya meliputi perataan badan jalan dengan lapis agregat kelas A, beton lantai kerja dengan mutu K125 dan tebal 5 sentimeter, perkerasan beton semen dengan kuat lentur rencana atau fs 45 dan tebal 20 sentimeter serta pembesian satu lapis.

Kalau untuk nilai kontraknya Rp689 juta. Dimenangkan oleh CV Aji Saka Mulya. Sementara untuk konsultan pengawasnya yakni CV Lemlit Global Riset. (ADV/guh/ima)

Baca Juga:

  • Stop Penggunaan Sinovac, Thailand Beralih Gunakan Vaksin yang Efektif Lawan Varian Baru Covid-19.
  • Gadis yang Tewas karena Organ Intimnya Bengkak dan Bernanah, Ternyata Diperkosa Enam Orang.

Berita Terkait

Berita Terbaru