Kereeen, Wayang Limbah Ini Dibuat dari Plastik dan Botol Mineral

TEGAL - Pandemi Covid-19 membuat semua sektor terpuruk dan harus beradaptasi dengan hal-hal yang baru. Meski begitu, pandemi juga berhasil menjadikan orang berpikir alternatif untuk bertahan di kondisi yang serba sulit ini.

Itu pulalah yang dilakukan Yusnan Iguna, pria asli Desa Pengabean Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal. Dia berhasil menciptakan wayang dari limbah rumah tangga, seperti botol bekas minuman air mineral, bungkus kopi, plastik kresek, dan lain-lain.

Tak tanggung-tanggung, pria yang akrab disapa Igun itu berhali membuat wayang dengan berbagai karakter. Hanya saja, beberapa karakter itu sudah dibongkar pasang dan dikanibal, untuk menghasilkan karakter unik wayang plastiknya itu.

"Semuanya dibuat dari limbah. Misalnya badan wayang dibuat dari botol minuman air meneral yang dipotong, begitu pula bagian leher dan kepalanya, tangan dari bekas bungkus kopi, dan warnanya dari plastik kresek," ujarnya, Minggu (29/8).

Diakui Igun, saat ini hanya tersisa 16 karakter wayang golek plastik tanpa nama. Hanya saja Igun menegaskan, karakter utama wayang golek plastik ciptaanya adalah wayang yang mirip dengan bentuk wajahnya.

Menurut Igun, wayang golek plastik buatannya bukanlah wayang pakem. Tetapi dia menyebutnya wayang limbah konten (walkot), sehingga nantinya diharapkan wayang-wayang golek ciptaannya itu akan bisa mengisi konten-konten di media sosial (medsos)

"Mudah-mudah kreasi saya ini bisa diterima untuk menginisiasi generasi muda bangkit. Ayo lawan pandemi," ujarnya.

Untuk membuat satu karakter wayang limbah, Igun membutuhkan waktu tiga hari. Selama ini, ungkap Igun, dia tidak memiliki kesulitan untuk mendapatkan limbah-limbah plastiknya, kecuali plastik kresek warna yang kadang-kadang harus dibeli, sesuai warna karakter wayangnya.

"Hampir setiap hari pasti ada saja limbah plastik dari sisa jajan anak-anak maupun kebutuhan rumah tangga," ungkap Igun lagi.

Kendati masih mengutamakan untuk pembuatan konten, Igun tak menampik wayang plastiknya bernilai ekonomis. "Saya belum kepikiran membuatnya untuk koleksi atau diperjualbelikan."

Igun yang sudah memiliki seorang anak itu, kini menetap di Purwodadi, Grobogan bersama istrinya, Rizhen Galuh Kartika yang asli Purwodadi. Hanya saja, dia akan membuat konten medsos berbahasa-bahasa tegalan dengan sesekali pulang ke Tegal.

Anda berminat membeli atau mengoleksinya, simak terus kelanjutan perjalanan Igun di radartegal.com. (muj/zul)

Baca Juga:

  • Soal Cuitan Polisi Diganti Satpam Bank, Kapolri: Jangan Antikritik, Introspeksi untuk Menjadi Lebih Baik.
  • Stop Penggunaan Sinovac, Thailand Beralih Gunakan Vaksin yang Efektif Lawan Varian Baru Covid-19.

Berita Terkait

Berita Terbaru