Ketemu Setan Merah, Ganjar Pranowo kok Malah Bungah

MAGELANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo baru saja bertemu Setan Merah. Namun, tentu saja bukan dalam makna sebenarnya.

Itu hanya julukan buat tim sepakbola kesayangannya, Manchester United. Ganjar menemukannya dalam wujud jam dinding di salah satu tempat yang membuatnya bungah yakni Jerawood Craft.

Di tempat pembuatan kerajinan dari limbah kayu itu, Ganjar menemukan jam dinding dari tim sepakbola kesayangannya itu.

Langsung saja, ketika melihat jam dinding Setan Merah, Ganjar langsung mengambilnya.

"Wah ini ada jam MU, bagus ini. Saya beli," kata Ganjar.

Selain jam dinding MU, Ganjar juga membeli beberapa produk lainnya. Seperti speaker aktif dari kayu dan beberapa produk lainnya. Ia juga memesan cinderamata dari kayu bertuliskan bahasa Jawa, yang akan digunakan sebagai kenang-kenangan kepada para tamu.

Ganjar senang melihat kreativitas anak-anak muda di Jerawood Craft. Sebab selain mengoptimalkan limbah kayu, hasil kerajinannya juga memiliki nilai jual tinggi karena dibuat dengan cara mekanisasi.

"Ini bagus, pengerjaannya sudah pakai robot. Keren ini. Ini bisa terus dikembangkan, tinggal dikreasi lagi dan ditingkatkan kualitasnya," imbuhnya.

Ganjar juga meminta pengelola Jerawood Craft memasarkan produknya di media sosial. Hal yang sama ia sampaikan pada pengelola UMKM lain yang dikunjunginya hari itu.

"Jual produknya ke medsos, promosikan ke ruang-ruang publik dunia maya itu agar pemasaran semakin terbuka," pesannya.

Selain mengunjungi Jerawood Craft, Ganjar juga menyambangi UKM Makanan Berkah Abadi, UKM Getuk Marem dan Oemah Mbudur.

Dia kembali menghabiskan akhir pekannya dengan promo UMKM. Beberapa industri rumahan disambangi Ganjar saat gowes tersebut. Selain memborong beberapa produk unggulannya yang ada di tempat-tempat kreatif itu, Ganjar juga menyempatkan ngevlog untuk mempromosikan di media sosialnya.

Di sela kunjungan, pemilik UMKM makanan Berkah Abadi mengaku sudah mengoptimalkan medsos untuk penjualan dan terbukti ampuh dalam meningkatkan omset.

"Sebelum pakai online, penjualan sepi. Apalagi saat awal pandemi, terjadi penurunan omset cukup signifikan. Tapi setelah pakai medsos, sekarang omsetnya naik tinggi. Perbulan bisa mendapatkan omset Rp60 juta," kata Mega, pemilik UMKM Berkah Abadi.

Sementara itu, Owner Jerawood Craft Erga Anggoro mengatakan, industri kerajinan limbah kayu di tempatnya merupakan wadah kreasi perajin kayu di Magelang. Pihaknya sengaja menggunakan teknologi dalam menggarap, agar lebih cepat dan hasilnya presisi.

"Kami gunakan CNC Router, printer 3 dimensi, CNC Grafir dan sejumlah teknologi lainnya. Untuk pemasaran, kami juga sedang mengoptimalkan media sosial agar jangkauannya lebih luas," jelasnya.

Erga juga sedang menjajaki dunia ekspor terkait produk limbah kayunya itu. Menurutnya, saat ini pihak Dinas Koperasi dan UMKM Jateng sedang memberikan pendampingan untuk persiapan itu.

"Kami sedang didampingi dinas untuk bisa ekspor. Mudah-mudahan, produk kami bisa laku keras di pasar internasional," tutupnya. (*/ima)

Baca Juga:

  • Tak Diajak Bahas UU Ciptaker, Presiden Jokowi Singkirkan NU? Said Aqil Bilang Begini.
  • Kerap Lontarkan Narasi Tendensius, Sekjen PBNU: Gus Nur Gak Kapok Hina NU.

Berita Terkait

Berita Terbaru