Ketua MUI Ikut Komentari Jokowi Bertemu Elon Musk: Karena Dia Berduit

JAKARTA - Pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan pemilik Tesla, Elon Musk mendapat sorotan dari banyak pihak.

Salah satunya dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah Cholil Nafis.

Diketahui, Jokowi memuji ELon Musk sebagai sosok individu yang super jenius dalam hal teknologi.

"Urusan teknologi saya kira memang Elon super jenius," kata Jokowi sebagaimana video yang diunggah di Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu (15/5) malam.

Jokowi mengatakan dirinya bertemu Elon untuk mendiskusikan kerja sama yang akan datang. Menurut Presiden, Elon sangat tertarik untuk segera datang ke Indonesia.

Ia menyampaikan pertemuan dengan Elon bukan hanya soal Tesla namun juga Space X.

"Saya sampaikan untuk datang (ke Indonesia). Saya rasa ini tidak hanya berkaitan dengan Tesla, tapi tadi ditunjukkan mengenai proyek besarnya, mengenai Space X," kata Jokowi.

Adapun Elon dalam kesempatan yang sama mengatakan sangat tertarik dengan masa depan Indonesia. Indonesia terlihat sangat optimistis mengenai masa depan dan memiliki energi positif.

"Saya rasa Indonesia memiliki potensi yang besar, dan saya rasa kita melalui Tesla dan Space X akan mencoba beberapa kerja sama dengan Indonesia," ujar Elon.

Elon pun berjanji untuk datang ke Indonesia pada bulan November 2022 mendatang. Dia berterima kasih kepada Jokowi atas undangan datang ke Indonesia.

Dalam sela kunjunganya, Elon Musk mengajak Jokowi untuk memperlihatkan fasilitas pembuatan roket space X.

"Kurang lebih sejam lamanya kami melihat-lihat dari dekat pabrik yang melahirkan roket-roket angkasa luar ini," ucap Jokowi.

Melalui akun Twitter pribadinya, Cholil berkomentar bahwa di saat petinggi negara berjumpa menemui Elon Musk. Uang lebih berkuasa ketimbang jabatan.

"Uang kadang lebih kuasa dari jabatan. Petinggi negeri ini ketika ke Amrik menemui @elonmusk karena dia berduit," ucap Cholil nafis dikutip dari @cholilnafis pada Senin, 16 Mei 2022

Cholil meneruskan menjadi kaya lebih penting ketimbang dari kekuasaan. Ia mengajurkan jika kaya dan berkuasa harus berbuat kebaikan.

"Jadi kaya itu penting bahkan kadang lebih penting dari kekuasaan. Baiknya bisa kaya dan berkuasa untuk kebaikan. Namun lebih tinggi lagi kalo berilmu yang itu bisa kaya dan kuasa," ungkap Cholil dikutip dari Fin.co.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru