Kocar-kacir, Tiga Anggota KKB Lekagak Telenggen Tewas Tertembak Pasukan TNI-Polri

PUNCAK - Pasukan gabungan TNI- Polri berhasil menembak mati tiga anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen, Kamis (10/6). Ketiganya tewas setelah terlibat kontak tembak di di Kampung Eromaga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Kasatgas Humas Ops Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengungkapkannya saat memberikan keterangan kepada wartawan. “Kontak tembak tersebut mengakibatkan tiga anggota pasukan KKB terkena tembakan,” ungkapnya.

Kombes Iqbal memastikannya berdasarkan informasi dari masyarakat, ditambah hasil pantauan drone. Ketiga anggota KKB yang tewas itu diidentifikasi bernama Tinggiter, Manis, dan Keminus Murib.

Iqbal menyatakan saat ini KKB sudah semakin terdesak keberadaannya. “Kelompok teroris KKB ini sudah semakin terdesak,” katanya.

Pihaknya memastikan akan terus melakukan penegakan hukum terhadap KKB dan penyebar hoax.

“Negara tidak akan kalah dengan segelintir orang dengan hasrat politik yang menumbalkan masyarakat sipil dan menyebar teror di provinsi Papua Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya, TPNPB-OPM melalui juru bicaranya Sebby Sambom mengancam akan mengusir paksa para warga pendatang di seluruh Papua. Ancaman itu dibuat melalui video yang direkam dari perbatasan Papua Nugini.

“TPNPB tidak akan tanggungjawab kalau Anda mati di sana (Papua),” ancam Sebby Sambom dalam video yang dirilis, Minggu (6/6) lalu.

Sebby beralasan Papua saat ini sudah menjadi medan perang antara TNI-Polri dengan TPNPB-OPM. Ancaman itu disampaikan dengan mengatasnamakan Panglima Tinggi Goliath Tabuni dan Tuhan dan nenek moyang Papua.

“Atas nama panglima tinggi, atas nama Tuhan, atas nama Moyang Bangsa Papua, atas nama seluruh pejuang, kami dari Markas Pusat TPNPB, memberikan peringatan keras kepada semua imigran yang cari makan di Papua, terutama di daerah konflik, untuk segera tinggalkan wilayah konflik perang yaitu, Intan Jaya, Puncak Papua, dan Ndugama,” tegasnya.

Ia juga mengancam akan membakar semua kota dan seluruh isinya. “TPNPB akan bakar semua kota-kota. Bangunan apapun akan dibakar. Kami tidak butuh pembangunan,” ancamnya lagi.

Ia menyatakan, Papua akan dibangun sendiri oleh orang Papua dan tidak butuh pembangunan dari Indonesia.

“Kami akan bangun sendiri. Dan orang-orang Papua akan jadi duta di seluruh dunia. Bukan jadi pembantu Indonesia. Atau mohon maaf tunduk-tunduk ke Jakarta,” tandasnya. (pojoksatu/zul)

Baca Juga:

  • Iwan Sumule Sebut Rezim Sontoloyo ke Jokowi yang Janjikan Ekonomi Meroket Tapi Sembako Mau Dipajakin.
  • Prof IDI Usul Lockdown Lagi, Netizen: Tak Akan Terjadi, karena Presiden Jokowi Alergi Istilah Itu.

Berita Terkait

Berita Terbaru