Komisi I DPR: Harus Dibedakan Prabowo yang Dulu dengan Sekarang

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha merespons anggapan yang berkembang bahwa kedatangan Prabowo ke Amerika Serikat sebagai sekutu untuk melawan China.

“Dia itu kan menterinya Jokowi, bukan dia jadi presiden atau sebagai presiden ke sana, bukan, (tapi) sebagai menhan. Keputusan akhir tergantung pada Pak Jokowi. Harus bisa dibedakan antara Prabowo dulu dengan Prabowo sekarang (sebagai) menterinya Jokowi,” ucap Syaifullah dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (18/10).

Prabowo sekarang dengan dahulu sudah berbeda. Saat ini, ketua umum Partai Gerindra itu masuk ke dalam gerbong pemerintahan yang artinya akan sejalan dengan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, Prabowo tidak akan main-main dengan Presiden Joko Widodo, dengan mencoba untuk melancarkan misinya agar Indonesia bersekutu dengan AS.

“Dia kan tentara, pasti loyal terhadap atasannya, yaitu presiden. Saya yakin Prabowo tidak mau bermain-main api dalam sekam begitu, enggak mungkin,” tegasnya.

Legislator PPP ini justru berharap, pertemuan antara Prabowo dan Menteri Pertahanan Mark T Esper menghasilkan sebuah kerja sama bidang pertahanan negara yang menguntungkan kedua belah pihak.

"Misalnya kerja sama membuat pesawat tempur, selama ini kan Amerika dengan Korea Selatan (kerja sama di) kawasan Asia. Jadi, bagaimana agar kerja sama itu bisa di sini (Indonesia)," urainya.

Syaifullah menekankan, posisi Indonesia tidak berpihak ke negara mana pun, baik ke China maupun Amerika Serikat.

“Tapi kita tidak mungkin jadi boneka dengan negara lain. Baik boneka China mau pun Amerika Serikat,” tutupnya. (rmol.id/ima)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru