Komisi VIII DPR RI Kecam Aksi Bejat Randy Bagus dan Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Novi

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq, mengecam keras aksi bejat Bripda Randy Bagus dan meminta aparat negara untuk menuntut pelaku dengan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Randy dia nilai tidak mencerminkan sosok polisi yang Presisi sesuai dengan harapan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

Oknum ini, kata Maman, bukan hanya memalukan institusi kepolisian tetapi juga menggores luka terhadap perempuan kebanyakan dan publik masyarakat Indonesia.

"Kabar ini menjadi bencana bagi kita di tengah upaya-upaya besar kita dalam melindungi perempuan dari kekerasan seksual," ujar kepada wartawan pada Senin (6/12).

Dikutip dari RMOL, tagar #SAVENOVIAWIDYASARI menjadi trending topic di Twitter dalam beberapa hari terakhir setelah beredar kabar Novia Widyasari Rahayu (23), seorang mahasiswa di Malang, Jawa Timur, yang nekat bunuh diri lantaran dipaksa melakukan aborsi oleh kekasihnya, seorang oknum Polisi Pasuruan bernama Randy Bagus Hari Sasongko (21).

Novi disebut-sebut depresi berat karena diperkosa Randy dengan memberi pil tidur. Tekanan itu yang menjadi penyebab Novia Widyasari mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun di atas pusara ayahnya.

Maman mengecam keras tindakan keji Randy dan orang-orang yang berusaha melindungi pelaku dari tanggung jawab hukum.

"Melindungi pelaku kejahatan bengis itu sama halnya dengan merestui tindakan kejahatan kepada perempuan," imbuhnya.

Saat ini, Randy telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aborsi, dan sudah ditahan di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, serta diberhentikan dengan tidak hormat dari kepolisian.

Kiai Maman yang juga Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB itupun mengapresiasi gerak cepat Polri, khususnya Polda Jawa Timur yang cepat membongkar kasus ini serta transparan mengungkap ke publik.

Meski begitu, politisi PKB itu meminta publik untuk tetap mengawal proses hukum terhadap tersangka sampai pelaku mendapat hukuman yang setimpal sesuai dengan undang-undang yang berlaku. (rmol.id/ima)

Baca Juga:

  • Sambil Menangis, Mbak Rara Ngaku Sudah Berkomunikasi dengan Arwah Eril: Jantungnya Tertusuk.
  • Eril, Putra Ridwan Kamil Diterawang Mbak Rara Ditemukan 8 Jam dari Sekarang.

Berita Terkait

Berita Terbaru