Kontribusi Guru dalam Menerapkan A, B, C, D

Oleh : Naili Faizatis Syifa, S.Psi, S.Pd
Mahasiswa Magister Pedagogi UPS Tegal, Guru SMK Negeri 3 Tegal

Saat ini kita masih berada pada masa pandemi. Pembelajaran dilakukan secara daring dan aktivitas serta kegiatan bersosial kita juga dibatasi dengan aturan mematuhi protokol kesehatan.

Sungguh kita tidak pernah menyangka akan merasakan kondisi pandemi begitu lama. Pembelajaran di sekolah yang selama ini dilakukan dengan tatap muka harus diganti dengan pembelajaran online atau daring.

Semua itu menuntut kita harus dapat menggunakan digital untuk kegiatan belajar mengajar dan berkomunikasi. Digital adalah bentuk modernisasi atau pembaharuan dari penggunaan teknologi.

Salah satu yang sekarang sedang dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat yaitu literasi digital.

Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer.

Hal ini sangat cocok dengan kondisi saat ini, untuk mengurangi aktivitas keluar rumah dan bertemu dengan orang-orang. Hanya dengan memanfaatkan gadget, kita dapat mengetahui dan membaca informasi yang kita butuhkan serta inginkan.

Berdasarkan hasil survei pengguna internet di Indonesia periode 2019-kuartal II 2020 yang dirilis APJII, jumlah pengguna internet per kuartal II tumbuh cukup signifikan dibandingkan dengan hasil survei pada 2019 lalu tentang prilaku pengguna internet.

Hal ini dimungkinkan karena selama masa pandemi segala aktivitas belajar dan yang lainnya dilakukan dengan menggunakan internet. Masyarakat tidak bisa lepas dari internet untuk komunikasi dan juga melaksanakan tugas.

Selain orang tua, anak-anak juga menggunakan internet untuk belajar sehingga sudah menjadi kebutuhan pokok, bahkan mereka rela tidak membeli barang kesukaan atau beli jajan hanya karena untuk mengisi kuota.

Salah satu aktivitas yang tidak bisa lepas dari digital yaitu proses belajar mengajar di sekolah. Pembelajaran daring atau online menimbulkan banyak permasalahan, permasalahan dalam pembelajaran yang muncul saat ini merupakan sesuatu yang tidak kita duga sebelumnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan dalam proses pembelajaran ini, guru adalah orang yang paling pertama dan utama dalam kegiatan belajar mengajar.

Guru mempunyai peran penting dan strategis dalam menyelamatkan generasi emas Indonesia di masa mendatang. Guru di dalam kelas berperan sebagai pemimpin, memonitoring kegiatan siswa dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran agar peserta didik bisa mencapai tujuan pembelajaran.

“Jatuh cinta secara digital yang natural kita jumpa di maya hidup bersama,” petikan lagu berjudul Cinta Digital dari penyanyi Petra Sihombing menggambarkan bahwa kata digital sudah sangat familiar dalam kehidupan kita saat ini.

Kontribusi guru dalam ikut membantu mewujudkan A, B, C, D (Anak Bangsa Cinta Digital) dapat dilakukan dengan cara guru-guru bisa mengajak siswanya untuk membuat hal kreatif karena dari murid bisa menjadi konten positif. Bagi guru demikian juga sebaliknya.

Misalkan seorang guru bisa menceritakan konten baik dari salah satu siswa yang dianggap bisa menjadi contoh bagi lainnya. Dari hal tersebut bisa meninggalkan jejak untuk ke depannya supaya bisa menjadi inspirasi bagi generasi mendatang di sekolah tersebut.

Guru juga dapat membuat konten dalam blog, karena sebuah dokumentasi bisa lebih berharga dibandingkan sebuah piala atau thropy, dengan dokumentasi menjadi berharga untuk dikenang sepanjang masa.

Guru inovatif itu mereka yang bisa terlacak di Google, yakni inovasi sang guru harus diunggah di internet supaya tidak ditelan oleh waktu dan bisa menjadi inspirasi bagi khalayak.

Dengan memberikan contoh-contoh tersebut maka diharapkan para siswa dapat meniru sehingga mereka mulai cinta dengan digital dan dapat memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif.

Kondisi yang ada saat ini menuntut kita untuk melek digital agar tidak ketinggalan informasi. Bukan hanya untuk para pelajar dan guru tapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Agar negara kita tidak kalah dengan negara lain dengan memiliki masyarakat yang cerdas dan tidak ketinggalan informasi.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dengan adanya digital, apabila kita dapat menyerap sisi positif. Anak-anak kita dan para siswa adalah para penerus bangsa nanti sehingga mari kita tanamkan kepada mereka agar cinta digital dan menggunakannya dengan bijak.

Guru diharapkan dapat berkontribusi terus dalam mewujudkan anak bangsa cinta digital agar negara kita tidak kalah dengan negara lain, karena guru adalah sosok yang menjadi panutan siswa di samping juga orang tua yang selalu mengawasi dan mendampingi. (*/ima)

Baca Juga:

  • Keren... Lokomotif Tua Buatan Jerman Sudah Diparkir di Taman Pancasila, Bakal Ada Lampu dan Suaranya.
  • Ajukan Judicial Review AD/ART Partai Demokrat, Yusril Gandeng Wisudawan Terbaik Program Doktor UMI.

Berita Terkait

Berita Terbaru