Kota Tegal Diselimuti Kabut Putih, BMKG: Fenomena Alam Biasa karena Kelembaban Udara Tinggi

TEGAL - Dini hari tadi, ada fenomena yang tak biasa dialami Kota Tegal. Kabut putih menyelimuti sejumlah titik di pusat kota, Senin (14/3), sekitar pukul 02.00 WIB.

Fenomena alam itu diprediksi terjadi akibat tingginya kelembaban udara pascaturunnya hujan pada malam hingga dini hari sebelumnya. Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh menyebutkan turunnya kabut putih sekitar pukul 02.00 WIB dini hari hingga beberapa jam kemudian.

Kabut putih itu dapat terlihat di sekitar Lampu Merah Yogja Mal hingga McD dan Terminal Kota Tegal.

Menanggapi itu, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatolohi dan Geodisika (BMKG) Tegal Sri Nurlatifah mengatakan berdasarkan data yang ada, kabut yang terjadi di Kota Tegal pada dini hari karena adanya hujan.

Namun, setelah hujan berhenti, kelembaban udara masih cukup tinggi.

"Kabut yang terjadi dini hari hingga menjelang pagi hari tadi dikarenakan sebelumnya terjadi hujan sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah hujan berhenti kelembaban udara yang terukur masih tergolong tinggi yakni 98 persen," katanya.

Selain itu, kata Nurlatifah, kondisi di lapisan atmosfer atas lebih dingin atau lebih rendah jika dibandingkan dengan lapisan bawah/permukaan yang lebih hangat. Akibatnya terbentuklah fog atau kabut itu.

"Namun, seiring dengan memanasnya suhu udara karena adanya radiasi matahari, maka kabut tersebut berangsur angsur hilang," pungkasnya.

Sejumlah warga kepada radartegal.com mengatakan jika Kota Tegal seperti itu, pasti akan membuat nyaman warganya. Karena selama ini, Kota Tegal dikenal bercuaca panas terik. (muj/zul)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru