Kota Tegal Sebentar Lagi Akan Punya Floating Market seperti Bandung di Kali Siwatu

TEGAL - Kota Tegal berencana akan mengembangkan bekas kawasan permukiman kumuh di sepanjang bantaran dan Sungai Kali Siwatu. Sebelumnya kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat itu sudah berhasil dan rampung ditata.

Di lokasi tersebut rencananya akan dibangun ruang terbuka hijau (RTH) yang dilengkapi dengan floating market (pasar apung). Karenanya, Pemkot Tegal akan mengajukan proposal kepada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Rencana pengembangan tersebut dipaparkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Tegal, Eko Setyawan di hadapan Sekretaris Direktorat Jendral Cipta Karya, Didiet Arief Akhdiat, Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Direktorat Jendral Cipta Karya, Dian Irawati dalam kunjungannya, Selasa (30/11).

Menurut Eko Setyawan pengajuan permohonan proposal pengembangan kawasan Sungai Siwatu dilakukan menindaklanjuti arahan Sekretaris Direktorat Jendral Cipta Karya. Yakni agar permohonan itu disampaikan langsung ke Menteri PUPR Republik Indonesia.

“Untuk proposal pengembangan floating market Sungai Siwatu, Sekretaris Jendral Cipta karya menyampaikan agar Pemkot Tegal menyampaikan secara langsung ke Menteri PUPR,” katanya.

Menurut Eko, tanggapan dari Sekretaris Jendral sendiri mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pemkot Tegal. Karenanya, pihaknya akan mengajukan permohonan audiensi lebih dulu dengan Menteri PUPR terkait dengan permohonan tersebut.

Dikatakan Eko, design pengembangan Sungai Siwatu telah disusun pada 2019 dengan anggaran sebesar Rp48 miliar. Namun, saat diajukan ke Kementerian PUPR tentunya akan direview lagi.

"Kami berharap program pengembangan Sungai Siwatu dapat berlanjut. Sehingga ada kesinambungan proyek yang saat ini sudah diselesaikan dengan pekerjaan lanjutannya. Harapannya, ekonomi masyarakat di sekitar Sungai Siwatu dapat meningkat. Karena nantinya, mereka bukan sebagai penonton, tetapi dilibatkan aktif dalam kawasan itu,” terang Eko.

Menanggapi itu, Sekretaris Direktorat Jendral Cipta Karya Didiet Arief Akhdiat mengapresiasi rencana itu. Menurutnya, Pemkot dapat menyampaikan secara langsung kepada Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan rencana pengembangan pembangunan proyek diharapkan dapat berkesinabungan. Serta dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.

Seperti diketahui, pembiayaan Revitalisi kawasan kumuh Pesisir Barat Kota Tegal Segmen Siwatu oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR berasal dari bantuan World Bank sebesar Rp22 miliar dan revitalisasi tersebut telah selesai di akhir tahun 2021.

Hadir dalam kegiatan itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Tegal, Johardi dan Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemkot Tegal. (muj/zul)

Baca Juga:

  • Pemkab Tegal Kecolongan, Ditutup 2017 Ternyata di Eks Lokalisasi Peleman Masih Ada yang Terima Tamu.
  • Terduga Pembunuh Wanita Muda di Peleman Disebut Serahkan Diri ke Polisi.

Berita Terbaru