Kreatif, Warga Desa Ini Sulap Sampah Plastik Menjadi Paving Blok

MARGASARI - Ide kreatif Subekhi (41) warga Desa Jatilaba Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal patut diacungi jempol. Pria ini mampu menyulap sampah plastik menjadi paving blok.

Saat ditemui di rumahnya di Desa Jatilaba, Subekhi, Sabtu (22/5), menuturkan, awalnya dia merasa prihatin karena produksi sampah plastik di desanya sangat meningkat. Dirinya kemudian berinisiatif menyulap sampah plastik menjadi paving blok.

Munculnya ide tersebut, berawal saat dirinya menemukan banyak timbunan sampah di tepi jalan yang dinilainya menganggu kenyamanan.

"Saya sangat prihatin dan gelisah ketika ada tumpukan sampah di pinggir jalan. Karena ini akan menganggu pemandangan," katanya.

Berawal dari sana, tambah Subekhi, dirinya ingin memberikan sumbangsih pada desa khususnya. Sehingga dirinya memilah sampah plastik dan membuatnya menjadi paving blok.

Adapun bahan baku utama pembuatan paving blok ini adalah sampah plastik utuh, oli bekas dan abu hasil pembakaran sampah plastik. Untuk mendapatkan bahannya, diambil dari sampah warga di sekitaran Desa Jatilaba.

“Setiap hari saya keliling kampung untuk mengambil sampah plastik dari tong yang sudah disediakan khusus untuk warga,” tambahnya.

Karena proses pembuatannya masih menggunakan sistem manual, lanjut Subekhi, dalam satu hari baru mampu memproduksi dua meter paving blok. Setiap satu meter terdiri dari 36 buah paving blok. Sedang untuk penjualan paving blok, masih lokalan di sekitar desanya.

Hal itu juga belum sepenuhnya bisa dipenuhi karena keterbatasan tenaga manusia dan kendala perlengkapan. Satu meter persegi paving blok ini dijual dengan harga Rp75 ribu.

Selain mengubah sampah plastik menjadi paving blok, dirinya juga memanfaatkan limbah sampah organik untuk membuat pupuk kompos. Satu kilogram pupuk kompos dibandrol dengan harga seribu rupiah.

Dirinya berharap, ide kreatifnya ini dapat ditiru atau bahkan dikembangkan warga lainnya. Terlebih persoalan sampah ini semakin kompleks dan pengelolaan sesungguhnya menjadi tanggung jawab bersama.

"Mari bersama-sama mengurai masalah sampah ini. Kurangi produksinya dengan mengelola sampah secara benar. Setiap orang punya tanggung jawab sama soal sampah ini, jangan sampai dibuang sembarangan. Syukur bisa dikelola dari rumah masing-masing. Sampah organik bisa menjadi pupuk kompos dan sampah plastik bisa didaur ulang," ujarnya. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Laksamana Enam Bulan.
  • Bed Pasien Covid-19 di RSI Penuh, Dua Rumah Sakit Lainnya Tersisa Sedikit.

Berita Terbaru