Lakukan Pembaharuan Identitas, Bukti Telkomsel Selalu Terdepan di Industri Telekomunikasi

SEMARANG - Tahun ini, Telkomsel telah memasuki 26 tahun perjalanannya dan merupakan usia yang sangat menantang untuk mampu melanjutkan komitmen dalam melayani masyarakat dan mempertahankan prestasi yang sudah diraih.

Untuk itu, Telkomsel berbenah diri dengan melakukan pembaharuan identitas Telkomsel agar dapat menjawab berbagai tantangan seiring perkembangan zaman.

Executive Vice President East Area Sales Telkomsel Andri Wibawanto mengatakan, pembaharuan identitas Telkomsel merupakan kelanjutan peta jalan transformasi digital perusahaan yang lebih komprehensif dan mampu merepresentasikan Telkomsel saat ini.

"Pembaharuan identitas Telkomsel ditandai dengan hadirnya desain logo baru yang terinspirasi pola Batik sebagai identitas budaya Indonesia, yang selalu relevan di setiap fase kehidupan," ungkap Andri.

Pembaharuan identitas Telkomsel juga diiringi dengan hadirnya nilai-nilai baru perusahaan yakni integrity, purposeful, empowering, dan exciting, yang diaktualisasikan dalam bentuk integrasi produk dan layanan berbasis digital yang lebih komprehensif, serta pembaharuan identitas perusahaan hingga brand visual yang akan memperkuat komitmen sebagai simbol perubahan di masa mendatang.

Pembaharuan identitas Telkomsel tidak mengubah seluruh fasilitas maupun fitur-fitur yang ada dalam produk Telkomsel.

“Pembaharuan identitas Telkomsel, selain mengikuti perkembangan zaman, market industri telekomunikasi juga berkembang dengan masuknya fase digital dan perubahan gaya hidup digital masyarakat. Terlebih hampir dua tahun ini pandemi Covid-19 terjadi secara global. Dengan pembaharuan identitas, Telkomsel diharapkan juga mampu meningkatkan potensi ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan keunggulan teknologi Telkomsel,” tambah Andri.

Sampai semester I, di area Jawa-Bali, pelanggan prabayar dan pasca bayar terus meningkat pesat seiring dengan gaya hidup digital, penggunaan internet didominasi untuk YouTube 30 persen, Whatsapp 40 persen, e-commerce 30 persen. (*/ima)

Baca Juga:

  • Arteria Dahlan Pernah Protes karena Tidak Dipanggil Yang Terhormat, Netizen: Saking Angkuhnya.
  • Arteria Dahlan Ternyata Lulusan Tanah Sunda, Prof Romli Atmasasmita: Rasa Malumu di Mana?.

Berita Terkait

Berita Terbaru