Lewat PeDeKaTe ABK, Bupati Brebes Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik

BREBES - Lewat Peduli, Deteksi dan Intervensi Anak Berkebutuhan Kusus (PeDeKaTe ABK), Rabu (1/12), Bupati Brebes Idza Priyanti, didampingi Plt Kepala Dinkes dr Sri Gunadi dan kepala Puskesmas Bumiayu menerima penghargaan dari Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) Jawa Tengah (Jateng). Penghargaan tersebut berupa Inovasi Pelayanan Publik.

Selain mendapatkan penghargaan itu, bupati juga menerima penghargaan lainnya. Yakni, penghargaan Keberpihakan Pemkab Brebes terhadap program Kompak di Brebes.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Sekda Provinsi Jateng Sumarno pada gelaran Forum Inspirasi Jawa Tengah 2021, di Hall Room Gumaya Hotel, Semarang, Rabu (1/12).

Bupati Brebes Idza Priyanti mengapresiasi atas apa penghargaan yang diterima di penghujung tahun ini. Dirinya berharap, penghargaan ini hendaknya menjadi penyemangat dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

"Di era digitalisasi, disrupsi teknologi tak terbendungkan, sehingga perlu inovasi-inovasi yang hebat agar masyarakat juga terlayani dengan cepat, tepat, hemat dan maslahat," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Brebea dr Sri Gunadi mengatakan, inovasi PeDeKaTe ABK ini sangat mungkin diterapkan di puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Brebes. Dengan harapan, ke depan layanan terhadap ABK di Kabupaten Brebes bisa terpenuhi dengan baik.

"Inovasi PeDeKaTe ABK ini sangat mungkin diterapkan di puskesmas lainnya di wilayah Kabupaten Brebes. Sehingga, layanan terhadap ABK bisa terpenuhi dengan baik," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Inovasi Peduli, Deteksi dan Intervensi Anak Berkebutuhan Kusus (PeDeKaTe ABK) Puskesmas Bumiayu masuk top 10 kabupaten/kota inovasi pelayanan publik Provinsi Jawa Tengah (Jateng) 2021. Hasil Itu sesuai dengan Surat Gubernur Jateng Nomor: 005/3218 Tanggal 29 November 2021.

Kepala Puskesmas Bumiayu dr Ali Budiarto mengatakan, inovasi PeDeKaTe ABK ini tidak lain bertujuan untuk menggerakkan kepedulian seluruh elemen masyarakat, mempercepat penemuan kasus ABK dan mempermudah akses layanan intervensi.

"Sedangkan target program ini adalah kelompok rentan yaitu ABK, yang diutamakan usia balita dan masyarakat kurang mampu," ujarnya, Senin (29/11) lalu.

Dijelaskannya, untuk perjalanan PeDeKaTe ABK ini berawal pada 2016 lalu lewat bakti sosial dan seminar pada keluarga dan ABK. Lalu 2017, menggelar bakti sosial lintas sektor untuk ABK Puskesmas Bumiayu, camat dan IDI Cabang Brebes.

Selanjutnya, pada 2018, menjadi puskesmas ramah anak terbaik tingkat nasional dan 2019, terbit SK PeDeKaTe ABK merekrut tenaga fisoterapi dan membentuk komunitas orang tua hebat Bumiayu.

"Hingga akhirnya 2021 ini kami membentuk rumah hebat anak Bumiayu sebagai pengembangan pelayanan untuk ABK Bumiayu," ucapnya.

Masuknya Inovasi PeDeKaTe ABK ke top 10 kabupaten/kota inovasi pelayanan publik Provinsi Jateng 2021 juga diapresiasi oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes M. Rizki Ubaidilah. Dirinya berharap, nantinya inovasi tersebut dapat masuk dalam tingkatan selanjutnya.

"Pesan kita jangan berbangga diri dengan masuk nominasi, segera terapkan agar masyarakat dapat menikmati pelayanan tersebut. Dan pesan kepada kepala puskesmas di dinas kesehatan agar tetap membuat inovasi-inovasi agar pelayanan dasar kesehatan di Brebes bisa lebih baik lagi ke depannya," pungkasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Arteria Dahlan Pernah Protes karena Tidak Dipanggil Yang Terhormat, Netizen: Saking Angkuhnya.
  • Arteria Dahlan Ternyata Lulusan Tanah Sunda, Prof Romli Atmasasmita: Rasa Malumu di Mana?.

Berita Terkait

Berita Terbaru