Luhut Marah-marah ke Pejabat Menkes, Warganet: Kenapa Gak Sekalian Menkesnya Pak?

JAKARTA - Setelah mendapat tugas dari Presiden Jokowi untuk taklukkan Corona, Luhut Binsar Pandjaitan langsung melakukan sejumlah gebrakan. Di antaranya, Luhut memarahi para pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat rapat melalui video conference (vicon).

Tindakan Luhut ini kemudian memunculkan tanggapan yang beragam dari warganet. Ada yang memuji, ada juga yang justru menyentilnya kenapa tidak sekalian memarahi Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto.

Peristiwa itu terjadi saat Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ini menggelar rapat Sosialisasi dan Implementasi Tata Laksana Klinis Pasien Covid-19 dan Pengadaan Farmalkes untuk pasien secara virtual Kamis (24/9).

Dikutip dari rmco.id, rapat itu turut dihadiri Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Stafsus Menkes dr Daniel Tjen, dan dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan Erlina Burhan.

Dalam kesempatan itu, Erlina memaparkan perkembangan Corona. Kata dia, angka kesembuhan meningkat, dan tingkat kematian turun. Tantangannya, tinggal menekan penularan Covid-19.

“Yang jadi masalah jumlah kasus tiap hari terus naik. Ada teman-teman kita dari daerah menangis, mengatakan lihat pasien, tapi cuma bisa kasih vitamin karena obat sering tak tersedia,” sesalnya.

Mendengar cerita Erlina, Luhut naik pitam. Pensiunan jenderal bintang empat ini mengaku sudah “ngasih pelajaran” ke anak buah Menteri Terawan. Sebab, menurutnya, obat merupakan salah satu komponen penting dalam kesembuhan pasien.

“Bu Erlina thank you very much, Anda punya penjelasan. Saya jangan dibuat terharu, jadi saya sedih. Karena kemarin saya sudah marahi ini semua orang Menteri Kesehatan. Bahwa obat itu kunci. Bu, jadi makanya obat, alat, training, ini jadi kunci, makanya saya bilang pokoknya beliin aja itu alat. Sehingga kita bisa menyelamatkan nyawa orang di ICU,” tutur Luhut.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga perintahkan pada Kemenkes agar obat remdesivir yang sudah tiba di tanah air segera didistribusikan. Dia tak ingin ada pasien meninggal karena tak ada ketersediaan obat.

“Saya minta 1 minggu ke depan harus jadi tuh, karena remdesivirnya sudah datang. Sama tadi plasma konvalesen cek lagi alatnya supaya dari Jepang bisa cepat datang. Dan benar tadi, jangan nunggu alatnya datang baru di-train, training dari sekarang. Termasuk alat ECMO itu juga di-training, saya titip betul. Ini Bapak, Ibu, kerjaan kita ramai-ramai lho ya jangan ada rasa ini karena saya, ndak,” lanjut dia.

Menanggapi hal ini, warganet ikut komentar. “Hanya dimarahi saja? Gak dipecat saja pak, atau dimutasi semua. Ganti yang lebih kompeten, lebih gesit, gak neko-neko, gak direcokin pabrik obat, dll,” usul @A_6un. “Lo marahin menkesnya juga gak? Telat bangun,” timpal @PineksoRoyi1. “Setuju pak, marahi saja menkes. Kalau perlu pecat. Karena hanya anda yang bisa pecat Menkes,” cetus @Umar_Chelsea75.

Akun @buavitamengkudu justru memandang sebaliknya. “Apaan sih nih kakek-kakek. Marah-marah aja, kaya yang paling hebat se-Indonesia. Emang abis lu marahin ngefek banget gitu?” cecarnya. “Habis marah-marah virusnya hilang?” sambung @MalaKlose. “Jangan marah-marah pung. Ntar stroke!” pesan @ Marques0791.

Sebelumnya di acara Mata Najwa, Luhut menilai kinerja Terawan sudah baik. Dia juga membantah Terawan jarang muncul ke publik. Ia mengatakan baru saja Terawan berbicara di hadapan Pimpinan TNI-Polri dan kepala daerah dalam rangka mensinergikan penanganan Covid-19.

“Enggak juga. Kemarin dia muncul tuh di depan para panglima, kapolda, gubernur, dia ngomong, bicara dia yang dia mau buat, ini begini-begini. Hadir dia,” ucap Luhut.

Namun, saat dicecar alasanTerawan jarang berbicara kepada publik untuk mengklarifikasi isu-isu terkait penanganan Covid-19. Luhut pun menjawab hal itu bergantung pada kepribadian masing-masing pejabat. Ia mengatakan, ada pejabat yang suka berbicara dan ada yang tidak.

“Ya dulu banyak orang yang kaya gitu juga. Ada yang suka bicara ada yang tidak. Dia (Terawan) mungkin tidak suka bicara, saya enggak tahu,” kata Luhut.

Sebenarnya, Rakyat Merdeka mencoba mengkonfirmasi pihak Kemenkes soal kemarahan Luhut. Namun sejumlah pejabat, seperti Menkes, dan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati, hingga Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kemenkes Busroni tidak merespons. Hanya Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Achmad Yurianto yang merespons. Sayangnya, dia tidak tahu.

“Saya gak tahu peristiwa itu. Saya tidak di peristiwa itu. Jadi saya tidak tahu. Silakan tanya yang ikut vicon (video conference),” katanya melalui pesan WhatsApp, tadi malam. (rmco/zul)

Baca Juga:

  • Karikatur Nabi Diributkan, Denny Siregar: Mereka Bahkan Tidak Membaca Kisahnya.
  • Disebut Otaknya Berisi Sampah, Musni Umar Balas Balik Ngabalin: itu Kalau Kepalanya Hanya Berpikir Menjilat.

Berita Terkait

Berita Terbaru