Luhut Pandjaitan Bantah Tudingan Ikut Bisnis PCR

JAKARTA - Menteri Koordinator Maritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi menampik tudingan terlibat dalam bisnis Tes Polymerase Chain Reaction (PCR). LBP ramai disebut sebagai salah satu pemegang saham GSI Lab.

"Pertama, perlu saya perjelas bahwa Toba Bumi Energi adalah anak perusahaan Toba Bara Sejahtra, dan saham Pak Luhut yang dimiliki melalui Toba Sejahtra di Toba Bara Sejahtra (TBS) sudah sangat kecil yaitu dibawah 10 persen. Jadi Pak Luhut tidak memiliki kontrol mayoritas di TBS, sehingga kita tidak bisa berkomentar terkait Toba Bumi Energi," ujar Jodi kepada awak media di Jakarta, Selasa (2/11).

Kemudian terkait GSI Lab, Jodi mengakui, Menko Marinves Luhut pernah diajak oleh koleganya dari Grup Indika, Adaro, dan Northstar yang memiliki inisiatif untuk membantu menyediakan tes Covid-19 dengan kapasitas test yang besar.

"Karena hal ini dulu menjadi kendala pada masa-masa awal pandemi ini adalah salah satu kendala. Jadi total kalau tidak salah ada 9 pemegang saham disitu. Yayasan dari Indika dan Adaro adalah pemegang saham mayoritas di GSI ini," demikian jelas Jodi.

"Kalau dilihat grup-grup itu kan mereka grup besar yang bisnisnya sudah well established dan sangat kuat dibidang energi, jadi GSI ini tujuannya bukan untuk mencari profit bagi para pemegang saham. Sesuai namanya GSI ini Genomik Solidaritas Indonesia, memang ini adalah kewirausahaan sosial. Malah diawal-awal GSI ini gedungnya diberikan secara gratis oleh salah satu pemegang sahamnya, agar bisa cepat beroperasi pada periode awal dan membantu untuk melakukan testing covid-19," jelasnya.

Jodi juga memastikan, sampai saat ini tidak ada pembagian keuntungan dalam bentuk dividen atau bentuk lain kepada pemegang saham.

"Saya lihat keuntungan mereka malah banyak digunakan untuk memberikan test swab gratis kepada masyarakat yang kurang mampu dan petugas kesehatan di garda terdepan, kalau tidak salah lebih dari 60 ribu test yang sudah dilakukan untuk kepentingan tersebut, termasuk juga membantu di wisma atlet," tuturnya.

"Seperti yang sudah saya jelaskan juga di atas, partisipasi dari pak Luhut di GSI ini adalah bagian dari usaha bapak untuk membantu penanganan pandemi pada masa-masa awal dulu, selain tadi donasi pemberian alat-alat test PCR dan reagen yang diberikan kepada fakultas kedokteran di beberapa kampus seperti yang saya sebutkan diatas. Pak Luhut juga ikut membantu Nusantics, salah satu start up dibidang bioscience, untuk membuat reagen PCR buatan anak bangsa yang saat ini diproduksi oleh Biofarma," sambungnya.

Maka itu, Jodi memastikan tidak ada maksud bisnis dalam partisipasi Toba Sejahtra di GSI. Apalagi, menurutnya, Luhut sendiri selama ini juga selalu menyuarakan agar harga test PCR ini bisa terus diturunkan, sehingga menjadi semakin terjangkau buat masyarakat.

"Perlu disadari bahwa kebijakan test PCR untuk pesawat ini memang diberlakukan untuk mengantisipasi Nataru ya," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Mantan Direktur YLBHI, Agustinus Edy Kristianto dalam tulisan di akun Facebooknya menyampaikan apresiasi atas laporan investigasi yang dilakukan Majalah Tempo dan kemudian diterbitkan dalam Majalah Tempo Edisi 30 Oktober 2021 tentang sejumlah laboratorium yang diduga dimiliki sejumlah pejabat di tanah air.

“Terima kasih Majalah Tempo Edisi 30 Oktober 2021, yang secara khusus menulis artikel ‘Kongsi Pencari Rezeki’. ‘Sejumlah laboratorium tes PCR dimiliki politikus dan konglomerat. Meraup untung saat pandemi Covid-19,’ demikian teaser-nya. Gunakan akal sehat. Seorang Menko Marives merangkap jabatan sebagai Koordinator PPKM. Dia pucuk pimpinan dalam hal kebijakan Covid-19 dan investasi. Lalu, seorang Menteri BUMN merangkap Ketua Tim Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Menteri Kesehatan-nya bekas Wakil Menteri BUMN,” tulis Agustinus dikutip dari akun Facebook-nya. (git/zul)

Baca Juga:

  • Sambil Menangis, Mbak Rara Ngaku Sudah Berkomunikasi dengan Arwah Eril: Jantungnya Tertusuk.
  • Ramal Eril, Putra Ridwan Kamil Meninggal, Paranormal Mbak Rara Berharap Meleset.

Berita Terkait

Berita Terbaru