Luncurkan Program Tegal Golet Boss Muda, Wakil Bupati Tegal: Peluang Sekaligus Solusi

SLAWI - Pemkab Tegal meluncurkan program wirausaha pemuda guna penyerapan penumbuhan minat. Dengan program bertajuk Tegal Golet Boss Muda, kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 2019 lalu.

Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, Sabtu (17/4) mengatakan, program ini dinilai tidak saja mampu mencetak wirausaha pemuda pemula, tetapi juga pengembangan usahanya. Peluncuran Wirausaha Pemuda Chapter 3 ini ditandai dengan diresmikannya logo baru Wirausaha Pemuda tahun 2021.

Program penumbuhan wirausaha pemuda pemula ini merupakan salah satu implementasi dari sembilan program unggulan pembangunan jangka menengah Pemkab Tegal 2019-2024.

Di tengah himpitan kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan bonus demografi, dirinya mengingatkan pentingnya terobosan agar penambahan penduduk angkatan kerja baru tidak semakin menambah panjang daftar pengangguran.

"Maka, penumbuhan wirausaha pemuda pemula adalah peluang sekaligus solusi untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi, bukan sebaliknya, menjadi beban ekonomi,” katanya.

Pemerintah harus mengambil peran lebih, tambah Sabilillah Ardie, membuka ruang yang luas untuk mewadahi gagasan bisnis dan inovasi anak-anak muda.

Memberikan kesempatan anak muda membangun usahanya dan ikut serta menciptakan lapangan kerja. Kualitas pemuda, imbuh Ardie, sangat mempengaruhi indeks daya saing sebuah bangsa.

Laporan World Economic Forum (WEF) tahun 2019 menunjukkan daya saing Indonesia yang turun lima peringkat dari tahun sebelumnya dan kini berada di peringkat 50 dari 141 negara di dunia seiring dengan menurunnya skor indeks daya saing.

Beberapa komponen yang menyebabkan merosotnya daya saing Indonesia antara lain kondisi sumber daya manusia, adopsi teknologi informasi dan komunikasi yang melorot tajam sebesar 5,57 poin dari 61,1 menjadi 55,4 poin.

"Data BPS tahun 2020 mencatat hanya 12,9 persen pemuda yang memiliki usaha sendiri, sementara 51,82 persen pemuda lebih memilih bekerja sebagai buruh atau karyawan," tambahnya.

Bahkan data HIPMI mencatat, lanjut Sabilillah Ardie, jumlah wirausahawan di Indonesia, termasuk wirausaha muda tahun 2019 masih sekitar tiga persen dari jumlah penduduk.

Melihat potret atau gambaran tersebut, kiranya tidak ada alasan untuk tidak bersama-sama memajukan iklim kewirausahaan. Salah satunya membeli produk lokal buatan dalam negeri. Pada pemuda yang baru terjun ke dunia bisnis agar tidak mudah menyerah dan takut merugi. Terlebih, baginya, seorang pengusaha belum bisa dikatakan sukses apabila belum pernah gagal atau mengalami kerugian. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Wakil Gubernur Jatim Akui Berselingkuh saat Belum Kenal Arumi Bachsin.
  • Arumi Bachsin Takut Suaminya Wakil Gubernur Jatim Menikah Lagi, Emil Dardak: Punya Satu Istri Saja Sudah Repot.

Berita Terkait

Berita Terbaru