Manchester City vs Real Madrid, Zidane Masih Punya Peluang

MANCHESTER - Real Madrid akan melakoni laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions di markas Manchester City, dini hari nanti. Bukan mission impossible. Tetapi, jelas ini tugas berat bagi Zinedine Zidane dan pasukannya.

Kalah 1-2 pada pertemuan di Santiago Bernabeu, Februari lalu membuat Los Merengues (julukan Madrid) harus menang minimal dua gol di Etihad Stadium untuk membalikkan keadaan dan lolos ke perempatfinal. Opsi lain adalah menang satu gol dengan catatan mereka mencetak minimal tigal gol.

Tentu bukan pekerjaan mudah jika melihat bagaimana tangguhnya Manchester City di kandangnya. Bersama Pep Guardiola, The Citizens hanya kalah sembilan kali dalam 106 pertandingan di Etihad Stadium. Khusus di Liga Champions, mereka hanya kalah tiga kali di Etihad Stadium sejak Guardiola menukangi klub Kota Manchester tersebut.

Kekalahan terakhir datang pada September 2018. Saat itu mereka menjamu Lyon di fase grup. Meski begitu, Madrid yang musim ini merengkuh gelar La Liga datang ke Inggris dengan tekad balas dendam. Zidane menegaskan, dirinya percaya diri bisa membalikkan keadaan.

"Kami akan berjuang untuk melaju ke babak berikutnya hingga detik terakhir," katanya dikutip dari Manchester Evening News.

Terpisah, Gelandang Madrid, Casemiro menambahkan, bermain tanpa penonton bisa bermanfaat bagi timnya untuk mengejar defisit satu gol. "Tanpa penggemar itu permainan yang berbeda," katanya di Esporte Interactivo.

"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus dan sulit bagi kedua belah pihak, tapi kami Real Madrid dan kami tahu kami memiliki kesempatan. Mereka tidak akan memiliki penggemar mereka dan itu mungkin sedikit menguntungkan kita," lanjut pemain timnas Brasil tersebut dikutip dari MARCA.

Karena harus memburu kemenangan, tidak ada pilihan lain bagi Los Blancos (julukan lain Real Madrid) selain tampil lebih menyerang. Dan tumpuan utama mereka jelas adalah Karim Benzema. Penyerang Prancis itu mencetak 26 gol dan 11 assist dalam 47 penampilan musim ini.

"Saya melihat tim ini dalam kondisi yang baik. Kami harus melanjutkannya dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan di La Liga. Itu yang kami butuhkan untuk menang. Saya merasa sangat baik dan kami akan mempersiapkan pertandingan Manchester City sebaik mungkin," tegasnya.

Raphael Varane yang dipastikan akan mendapat tugas berat mengawal pertahanan mengakui ini akan menjadi laga berat. Tetapi, ia menegaskan Real siap bertarung.

"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit melawan tim yang bagus, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk bersiap dan berjuang untuk menang," katanya kepada media resmi UEFA.

Di kubu tuan rumah yang hanya membutuhkan hasil imbang, sudah menyadari bagaimana Madrid akan berusaha melakukan revans. Makanya, bek andalan City, Aymeric Laporte memastikan timnya butuh performa terbaik untuk mengamankan keunggulan.

"Real Madrid memiliki banyak pemain top dan leg kedua akan sangat sulit bagi kedua tim. Segalanya bisa terjadi. Di kandang, saya yakin kami bisa mengendalikan permainannya, tetapi harus tahu mereka bisa mengalahkan kami,” tegasnya di situs resmi City.

Tetapi, Laporte menggaransi City akan bertarung habis-habisan. Ia bahkan menegaskan bahwa timnya akan mengejar kemenangan. "Kami harus bermain bagus lagi dan memenangkan pertandingan. Kami siap bermain melawan mereka dan kami akan bersiap untuk bertarung sampai akhir," janjinya.

Tuan rumah bermodalkan hasil bagus di pertandingan ini. Selain menyapu bersih lima pertandingan terakhir, anak asuh Pep Guardiola juga mencetak 18 gol dan hanya kebobolan sekali. Bekal itu meyakinkan Rodri bahwa mereka akan lolos ke delapan besar.

"Saya benar-benar percaya diri. Mereka adalah tim yang hebat dan mereka dapat mengalahkan Anda, karena mereka adalah Real Madrid, tetapi kami harus menunjukkan kepada mereka bahwa kami adalah tim yang lebih baik," ujar sang gelandang.

Pep Guardiola sendiri tak mau timnya gegabah. Ia mengatakan, City tidak boleh berpikir bahwa kemenangan di Madrid menjadi isyarat mereka akan dengan mudah menyelesaikan tugas dan lolos ke perempat final.

"Kami mempunyai hasil bagus di leg pertama, tetapi andai kami bermain seperti (pada leg pertama) itu, kami (masih) mempunyai banyak masalah. Kami semestinya tak banyak memikirkan keuntungan. Andai ada tim yang bisa membalikkan itu, itu tim hebat seperti Madrid, Barcelona, atau Bayern," jelas Pep di AS.

Pengalaman Madrid menurut Pep adalah senjata berbahaya. "Mereka mengenal kompetisi ini dan mereka tahu cara mengarunginya. Mereka merupakan tim yang sangat kuat dan mereka membantu saya menjadi pelatih yang lebih baik," kuncinya.

Absennya Sergio Agüero bisa menggerus sedikit kekuatan City. Selain itu, fakta bahwa mereka hanya mencatatkan dua clean sheet dalam 11 pertandingan sistem gugur Eropa di bawah Guardiola menjadikan pertahanan tampaknya menjadi kunci bagi Manchester Biru.

Namun, situasi sama juga dihadapi Madrid. Dengan kapten tim, Sergio Ramos mendapat kartu merah di leg pertama, pertahanan mereka juga akan menjadi titik lemah. Apalagi, pada saat bersamaan, Marcelo yang jadi sumber assist mereka juga kemungkinan akan absen karena cedera. (amr/abg/zul)

Baca Juga:

  • Bupati Tegal Pecat Kades Sumbarang.
  • Dijebak Berhubungan Intim Baru Diperas Hartanya, Ternyata Malah Dimutilasi Jadi 11 Bagian.

Berita Terkait

Berita Terbaru