Masih Diperiksa Bareskrim, Ferdy Sambo Datang 5 Menit Lebih Awal Dikawal Provos dan Ajudannya

JAKARTA - Bareskrim Polri akhirnya benar-benar memeriksa Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo, Kamis (4/8) hari ini. Sebelumnya rencana pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo itu diungkapkan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian, rabu (3/8) malam.

Menumpang mobil dinasnya, jenderal bintang dua itu tiba di lobi Bareskrim Polri sekitar pukul 09.55 WIB, mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) serta dikawal anggota provos dan ajudannya.

"Hari ini saya hadir memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Pemeriksaan hari ini adalah yang keempat," kata Fery Sambo sebelum memasuki Gedung Bareskrim.

Mantan Kapolres Brebes itu menyebutkan dirinya telah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. "Dan sekarang ini yang keempat," lanjutnya.

Bareskrim Polri memastikan akan memeriksa Irjen Ferdy Sambo dan sang istri Putri Candrawathi sebagai saksi kasus pembunuhan Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Kasus pembunuhan yang dilaporkan kuasa hukum Brigadir J itu telah memunculkan tersangka, yakni Bharada E.

Namun, Bareskrim belum memiliki agenda pemeriksaan untuk Putri Candrawathi. Andi Rian mengatakan pihaknya belum memiliki agenda memeriksa istri Ferdy Sambo, karena wanita yang dimaksud belum bisa dimintai keterangan.

Penyelidikan kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J akan terus dilakukan Bareskrim Polri. Usai menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus tersebut, Bareskrim langsung berancang-ancang untuk memeriksa mantan kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Tak tanggung-tanggung, pemeriksaan terhadap mantan Kapolres Brebes itu akan dilakukan, Kamis (4/8) hari ini. Bareskrim Polri memastikan akan memeriksa Kadiv Propam nonaktif itu sekitar mulai pukul 10.00 WIB.

Penegasan itu diungkapkan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (3/8) malam. “(Irjen Ferdy Sambo) Dijadwalkan (diperiksa) besok jam 10.”

Selain menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo, Andi Rian juga mengungkapkan sinyal dalam kasus ini tersangka bukan hanya Bharada E. Sinyal itu didasarkan pada sangkaan pasal untuk menjerat ajudan Ferdy Sambo tersebut.

Bharada E sendiri dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Juncto Pasal 55 KHUP dan Pasal 56 KUHP.

“Penyidik telah melakukan gelar perkara pada malam ini. Saksi sudah kami anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP,” ucap Andi Rian.

Untuk diketahui, Pasal 55 KUHP merupakan jeratan pasal untuk pihak yang turut serta melakukan tindak pidana. Dengan demikian, maka Bharada E diduga ikut melakukan tindak kejahatan yang juga dilakukan pihak lain.

Sementara Pasal 56 KUHP, merupakan sangkaan bagi pihak yang membantu sebuah kejahatan atau tindak pidana.

Maka artinya, Bharada E diduga ikut membantu pihak lain dalam kasus penembakan di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. Dalam penembakan di Jumat berdarah itu, Brigadir J tewas.

Karena itu, Andi Rian menegaskan, penyelidikan dan pengusutan kasus tersebut tidak akan berhenti sampai pada penetapan Bharada E sebagai tersangka. “Ini tetap berkembang. Masih ada beberapa saksi lagi untuk beberapa hari ke depan,” tutupnya. (jpnn/zul)

Baca Juga:

  • Brigadir Joshua 2 Kali Bertengkar dengan Bripka RR di Magelang dan Jakarta, Sebelum Akhirnya Ditembak Mati.
  • Pistol Glock 17 untuk Tembak Mati Brigadir J Bukan Milik Bharada E, Tapi Milik Ajudan Istri Ferdy Sambo.

Berita Terkait

Berita Terbaru