Masih Rawan, Obyek Wisata Guci Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19

SLAWI - Pengelola Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Jika itu diabaikan, maka dikhawatirkan muncul klaster baru pasien Covid-19 di obyek wisata tersebut.

Sekda Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, Rabu (12/8) mengatakan, Obyek Wisata Guci rawan dengan kemunculan klaster baru. Jika itu sampai terjadi, terpaksa Gugus Tugas akan menutupnya kembali. Karenanya, dirinya meminta agar jumlah pengunjung dibatasi. Pengelola dilarang membiarkan wisatawan datang tanpa mematuhi protokol kesehatan.

"Pengunjung dan petugas Guci wajib menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak," katanya.

Penerapan protokol kesehatan, tambah Widodo Joko Mulyono, adalah kunci utama. Untuk itu, dirinya mengajak para pelaku usaha seperti penginapan dan pedagang yang berada di kawasan Guci supaya melakukan pengawasan secara rutin.

Mulai dari penyemprotan disinfektan, menyediakan tempat cuci tangan di area sekitar penginapan maupun lokasi wisata seperti spot selfie. Begitu pula dengan jasa sewa kuda. Pemilik kuda harus rajin menyemprotkan disinfektan pada tempat duduk serta tali pegangan yang ada pada pundak kuda.

"Karena area itu rentan dipegang orang banyak. Sehingga sangat terbuka lebar memunculkan klaster baru kalau tidak disiplin," tambahnya.

Untuk saat ini, lanjut Widodo Joko Mulyono, tim gugus tugas setiap hari libur berjaga-jaga di pintu masuk dan tempat yang dikunjungi wisatawan. Bila mendapati wisatawan dari luar kota, tim gugus tugas akan menyarankan untuk putar balik. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Permalukan Perdana Menteri Vanuatu soal Papua di Sidang PBB, Diplomat Muda Cantik Indonesia Ini Banjir Pujian.
  • Balas Sindiran KPK, ICW: Ada Pihak yang Mengaku Pejuang Padahal Sejatinya Merupakan Musuh.

Berita Terkait

Berita Terbaru