Mayat Wanita yang Ditemukan Dalam Koper di Makkah Ternyata Orang Tangerang dan Baru Jadi TKI

TANGERANG - Afryani ditemukan tewas dalam koper di pinggir jalan pada Minggu (29/11). Perempuan berusia 23 tahun itu meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi.

Saat ditelusuri, ternyata perempuan muda itu merupakan warga Desa Bakung Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang.

Saat ini, jenazah Afriyani masih ditunggu kedatangannya oleh keluarga untuk dimakamkan.

Camat Kronjo Tibi membenarkan jenazah Afryani tersebut adalah warganya. Hal ini diketahui dari kedatangan pihak Kementerian Tenaga Kerja yang datang ke rumah keluarga untuk menyampaikan terkait kedatangan jenazah.

“Komunikasi sudah, dari Kementerian Tenaga Kerja sudah datang, yang urus jenazah juga sudah datang, dari kabupaten sudah datang. Jadi sementara belum ada kontak kapan jenazahnya itu datang. Apakah besok apakah nanti malam,” ujar Tibi, Rabu (2/12) dikutip dari Pojoksatu.

Tibi menjelaskan, rencananya pihak keluarga bakal melakukan pemakaman di Desa Bakung.
Bahkan, pihak keluarga juga sudah menggelar tahlilan sambil menunggu jenazahnya dipulangkan.

“Ya pas saya datang itu keluarga sudah tahu, kan diinformasikan sama Disnaker Pusat. Sudah ditahlilankan juga, sudah tahu bahwa anaknya meninggal. Kan beda orang kampung mah,” katanya.

Tibi menuturkan dari keterangan keluarga, Afryani bekerja di Mekah dari Januari 2020. Afryani pun dianggap masih muda dan baru pertama kali menjadi TKI.

“Kata keluarga belum satu tahun. Januari 2020 berangkatnya, masih kecil anaknya juga,” jelasnya.

Tibi menambahkan, pihak keluarga tidak paham apakah wanita muda tersebut berangkat ke Mekkah menjadi TKI ilegal atau resmi.

Namun, Afryani diberangkatkan oleh salah satu agen kerja di Tangerang.

“Berbicara ilegal saya tidak tahu, takut memberikan keterangan salah. Tapi, kata keluarganya berangkat dari Januari 2020,” katanya.

Afryani yang bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) juga dilaporkan kabur dari tempat kerjanya dan ditampung oleh sesama PMI di Arab Saudi.

Menurut pernyataan KJRI Jeddah, Afryani meninggal akibat penyakitnya.

Karena kebingungan, penampungnya yang merupakan seorang perempuan dan laki-laki akhirnya memasukkan jasad Afryani ke dalam koper dan meninggalkannya di pinggir jalan.
(hen/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Mahfud Sebut Negara Enggan Minta Bantuan Asing, Luhut: Pemerintah Telah Meminta Bantuan Negara Sahabat.
  • Politisi PDI Perjuangan Kritik Keras soal PPKM, Effendi Simbolon: Presiden Tidak Patuh Konstitusi.

Berita Terkait

Berita Terbaru