Memanas! Politisi Demokrat dan PDIP Saling Serang: SBY Tinggalkan Banyak Proyek Mangkrak

JAKARTA - Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terkait stabilitas ekonomi di masa pemerintahan SBY berbuntut panjang.

Buih-buih perseteruan berkembang antara para politisi PDIP vs Demokrat. Mereka saling serang dan saling menjatuhkan.

Politisi Demokrat memuji pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menyerang pemerintahan Jokowi.

Sebaliknya, politisi PDIP menyerang SBY dengan mengungkit proyek mangkrak.

Perseteruan politisi PDIP vs Demokrat bermula dari pernyataan Ibas yang menyebut ekonomi Indonesia meroket saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden.

“Terus terang rakyat perlu kepastian, rakyat perlu kepercayaan, dan keyakinan dan bukti, bukan janji. Alhamdulillah, kita pernah membuat itu. Ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defisit kita terjaga,” ucap Ibas, Kamis (6/8) lalu.

Politikus PDIP Hendrawan Supratikno membalas pernyataan Ibas dengan menyebut pemerintahan SBY meninggalkan banyak proyek mangkrak.

“SBY meninggalkan ekonomi yang stabil, datar, namun tidak cukup untuk digenjot, diakselerasi, karena kendala infrastruktur yang sangat tertinggal. Banyak proyek yang mangkrak,” kata Hendrawan kepada wartawan, Jumat (7/8).

Hendrawan menuturkan, pemerintahan era SBY seharusnya memasifkan pembangunan infrastruktur.

Menurut anggota DPR Komisi XI DPR RI itu, ada pihak yang menilai pemerintahan era SBY sebagai the lost decade.

“Pembangunan infrastruktur besar-besaran seharusnya terjadi di periode lalu. Program MP3EI SBY harusnya sudah berjalan sejak 2005-2010, sehingga tidak menjadi beban pemerintahan berikutnya,” tutur Hendrawan.

Staf Pribadi Susilo Bambang Yudhoyono Ossy Dermawan menanggapi balik pernyataan Hendrawan.

Menurut Ossy, apapun tanggapannya, PDIP tidak bisa menafikkan fakta bahwa 10 tahun SBY berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi 6 persen.

Selain itu, SBY juga berhasil menurunkan angka kemiskinan, pengangguran turun, rasio utang turun, dan cadangan devisa naik.

“Karena warisan ekonomi yang baik inilah maka pemerintah Jokowi punya uang untuk bekerja lanjutkan pembangunan,” kata Ossy melalu akun Twitternya, @OssyDermawan. (one/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin Tuntut Panglima TNI dan KSAD Tayangkan Film G30S PKI di Semua TV.
  • Balas Sindiran KPK, ICW: Ada Pihak yang Mengaku Pejuang Padahal Sejatinya Merupakan Musuh.

Berita Terkait

Berita Terbaru